Tue. Nov 19th, 2019

Duta Damai NTB

Proudly Presented by BNPT and PMD

Generasi Berkarakter Bangun Perdamaian

2 min read

Masih ingat kasus perkelahian siswa dan guru yang sempat heboh di sosial media beberapa minggu lalu ? Yup, gimana enggak ribut, wong guru lagi ngajar depan kelas siswanya malah asik ngerokok di pojokan. Sang guru berusaha mengingatkan peraturan sekolah tapi sang murid malah langsung hypertensi dan memukul kepala sang guru. Tapi sang guru tetap sabar Polisi pun turun tangan buat nanganin perseteruan ini. Kasus ini terjadi di SMP PGRI Wringinanom, Gresik, Jawa Timur. Duh miris ya.

Kalo udah kayak gini, kedekatan antara guru dan siswa demi tujuan pembelajaran malah makin renggang bahkan enggak tercapai sama sekali. Nahloh, bahaya kan. Gimana mau nyiptain generasi yang beradab kalo kedekatan emosionalnya aja renggang kayaq jalan tol. Btw, beradab itu apaan ya? Asal katanya “adab” yang artinya budi pekerti atau sopan santun.

Nah, agar tindak kekerasan di atas enggak kejadian terus-menerus, maka perlu adanya pendidikan karakter di sekolah. Tapi udah pada tau belum pendidikan karakter itu apa? Kalo belum tau, pendidikan karakter itu adalah upaya dalam membantu siswa untuk memahami nilai-nilai yang berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan. Lalu pemahaman tadi diwujudkan dalam sikap dan perbuatan sesuai norma agama, hukum dan adat istiadat.

Faktanya, pendidikan di Indonesia lebih ngutamain prestasi dalam bentuk angka ketimbang prestasi internal pada diri siswa itu sendiri. Proses kegiatan belajar mengajar begini ini yang bikin tingkat Emotional Question (EQ) siswa rendah. Hubungan guru dan siswa nampak sebatas transfer ilmu dan pengetahuan. Kedekatan yang renggang melahirkan krisis damai. 

Source Gambar : pendidikan.id

Pentingnya menanamkan nilai-nilai moral dan perdamaian dalam diri tiap anak didik seringkali luput. Inilah penyebab kerap ditemukan terjadi kekerasan di dunia pedidikan. Sehingga nilai-nilai sopan santun dan saling menghargai menjadi urgent.

Mengapa penting?. Karena praktik sopan santun dan saling menghargai adalah pilar utama dalam proses mendidik. Enggak melulu tentang dapet nilai UN tinggi. Alangkah lebih baik lagi, nilai kognitif diimbangi dengan nilai moral. Skor tinggi, kualitas karakter juga tinggi. Sehingga generasi bangsa bisa lebih beradab dari segi moral dan intelektual. Kalo udah gini kan, perkembangan nilai-nilai perdamaian di Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta akan tumbuh subur dan bersemi. Gimana guys?



Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Duta Damai Dunia Maya NTB | Newsphere by AF themes.