Tue. Nov 19th, 2019

Duta Damai NTB

Proudly Presented by BNPT and PMD

Jangan Cepat Panas di Dunia Maya

2 min read

Mataram-Generasi milenial tak boleh diabaikan. Mereka harus dirangkul dan diarahkan khususnya dalam soal penggunaan media sosial (medsos). Garda TGB bersama beberapa elemen organisasi menggelar temu akbar generasi milenial di ballroom Islamic Center NTB, Selasa (12/3).

“Acara ini sebagai langkah awal terus merekatkan generasi muda,” kata Penasihat Garda TGB H Irzani.

Dijelaskan, generasi milenial begitu akrab dengan medsos, tak jarang mereka begitu cepat merespon sesuatu tanpa didahului tabayyun (klarifikasi). Hal ini menurut Irzani harus dihindari.

“Jangan cepat panas dan emosional,” sambungnya.

Pada temu akbar generasi milenial ini dibuka oleh Sekda Provinsi NTB Dr Rosiadi Sayuti. Hadir sebagai pembicara Wakapolda NTB Brigjen Pol Tajuddin, Kwarcab Pramuka Mataram Drs Sahnan MPd, Ketua Regional Duta Damai Dunia Maya (D3M) Mataram Febrian Putra, Perwakilan Dikbud NTB Aidy Furqan, Akdemisi UIN Mataram Firdaus, dan Pengusaha Tionghoa Hendy P.

Dalam sambutannya, Sekda mengajak para generasi muda menyongsong masa depan yang baik. Ia mengingatkan supaya anak muda fokus melakukan hal positif.

“Harus memiliki cita-cita setinggi mungkin,” katanya.

Di tempat yang sama Wakapolda NTB Brigjen Pol Tajuddin mengatakan, di era digital generasi milenial paling menguasai. Meski begitu, para pengguna internet tak boleh sembarangan menyampaikan ujaran. Patut dijaga supaya tidak menyerang individu atau kelompok manapun.

“Ada undang-undang ITE, kalau sembarangan bisa kena tangkap,” katanya.

Jendral bintang satu ini menambahkan, mendekati pesta demokrasi 17 April mendatang, eskalasi di medsos terus meningkat. Anak muda harus bisa memberikan hal yang beda di medsos.

“Jangan ikut-ikutan menyerang atau menyakiti orang lain,” imbuhnya.

Ketua D3M Regional Mataram Febrian Putra mengatakan, Januari 2019 sesuai data Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet Indonesia mencapai 175 juta jiwa atau sekitar 63 persen. Jumlah yang cukup besar. Kerumunan di dunia maya kerap memunculkan gesekan dengan ujaran kebencian.

“Apalagi sekarang mendekati pesta demokrasi. Makin panas media sosialnya,” katanya.

Menurutnya, anak muda harus melihat dunia internet secara positif,apapun informasi harus dicek kebenarannya. Generasi milenial harus memiliki pandangan berbeda dalam kreativitas di dunia maya.

“Lihat saja itu Atta Halilintar, Ria Ricis, ataupun Raditya Dika ngetop dengan jadi youtuber. Punya ketenaran dan uang,” ungkapnya.

“Termasuk Sabyan Gambus itu juga ngetop berkat internet,” imbuhnya.

Diskusi bertema mewujudkan generasi berkarakter dengan pondasi nilai agama, sosial, dan budaya ini juga memberikan kesempatan kepada Kwarcab Pramuka Mataram Sahnan mengulas soal dunia Pramuka. Dikatakan, pramuka sebagai pembentuk karakter dan integritas anak muda.(*)



Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Duta Damai Dunia Maya NTB | Newsphere by AF themes.