Tue. Nov 19th, 2019

Duta Damai NTB

Proudly Presented by BNPT and PMD

Kolaborasi Lintas Agama

3 min read


Pendekatan preventif dan kuratif adalah dua hal yang sejajar, sama pentingnya dalam mengatasi berbagai masalah dan menekan potensi masalah yang terjadi atau yang akan terjadi di sekitar kita. Untuk medorong perdamaian dan mempererat silaturrahmi, bersama The Habibie Center, Nusa Tenggara Center, komunitas dan institusi lintas agama lainnya (Akapela, Universitas Islam Negeri Mataram, Masyarakat Adat, GBPI Mataram dan Sekolah Tinggi Hindu Negeri) Duta Damai Mataram bergerak dalam memfasilitasi dialog yang tersebar di dua titik utama, yaitu di Mataram dan di Desa Gumantar, Lombok Utara.

“Mendorong keterbukaan, dengan dialog-dialog yang sifatnya santai, membuat suasana cair dan bersahabat adalah metode yang sangat mudah diterima dan tentu ampuh mencegah dan meningkatkan rasa kebersamaan antar sesama.”  Kata salah satu fasilitator dari Duta Damai Mataram Rohani Inta Dewi. 

Dialog pertama dilakukan di kantor pusat Nusa Tenggara Center Mataram melibatkan 30 milenial yang mengenakan cadar (burqo) dengan milenial yang tidak bercadar atau memilih untuk menggunakan jilbab seperti sebagian besar orang Indonesia pada umumnya. Dalam dialog yang bertajuk Penguatan Inklusivitas Mahasiswi dan Mahasiswa Milenial NTB ini, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok kecil, di mana mereka menceritakan pengalaman baik dan pengalaman buruk atau tantangan yang pernah mereka alami selama menggunakan cadar.

Demikian pula dengan kelompok kedua, setiap orang diberikan ruang untuk menceritakan pengalaman baik dan buruk mereka dengan pilihan pakaian yang mereka kenakan. Kelompok ketiga yang terdiri dari mahasiswa juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk berbagi terkait dengan pengalaman mereka sebagai milenial dengan paham yang berbeda-beda. Presentasi setiap kelompok mengharukan, di mana setiap kelompok memiliki kesamaan untuk ingin diterima dan mengakui kelemahan manusia yang sering kali berprasangka buruk dan kurangnya keterbukaan. Dialog ini berlangsung dari jam 8.30-13.00 pada hari Senin tanggal 21 Januari, 2019.

Dialog kedua dilakukan tanggal 22 Januari, melibatkan sekitar 25 ibu-ibu yang tersebar di 16 dusun di Desa Gumantar. Tema yang diusung pada dialog kedua ini adalah Gundem Perempuan Bangkit Bersama Gempa.

“Dalam setiap kegiatan perempuan harus dilibatkan, terlebih lagi mereka sangat persuasif. Mereka dekat dengan keluarga dan saat kita bicara tentang perdamaian sebenarnya kita berbicara tentang perjuangan perempuan itu sendiri.” Ungkap Hamdi selaku kordinator dialog KLU

Kegiatan dialog dibuka oleh Kepala Desa dan perwakilan dari fasilitator serta diawali dengan perkenalan dengan cara melempar bola. Kemudian ibu-ibu dibagi kedalam tiga kelompok diskusi kecil ruang setiap kelompok mendiskusikan pertanyaan yang disiapkan oleh fasilitator. Kelompok pertama mendiskusikan tentang peran dan harapan mereka setelah gempa, kelompok kedua bercerita tentang perasaan setelah gempa, masalah dan konflik yang dihadapi. Sedangkan kelompok tiga memaparkan tentang bagaimana upaya-upaya yang mereka lakukan untuk terus bangkit dan memainkan peran mereka sebagai perempuan yang lebih tangguh lagi. Setelah melakukan diskusi dalam kelompok kecil, perwakilan dari kelompok masing-masing mempresentasikan hasil diskusi mereka.

Dialog keempat dan dialog puncak mengusung tema dialog lintas agama dan etnis yang dinisiasi oleh Duta Damai Mataram. Kedua dialog ini dilakukan di Mataram pada bulan Februari. Dialog puncak ini dihadiri oleh sekitar 35 pemudi dan 6 pemuda yang mewakili 6 agama Indonesia dan lebih dari 5 etnis yang menetap di Pulau Lombok. Dialog ini memberi ruang untuk setiap pihak berekspresi dalam kondisi yang nyaman sehingga mendorong keterbukaan dan rasa hormat yang lebih kuat antar sesama. Kolaborasi ini juga berhasil melahirkan satu komunitas baru bernama Woman Interfaith Network NTB.



Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Duta Damai Dunia Maya NTB | Newsphere by AF themes.