Tue. Nov 19th, 2019

Duta Damai NTB

Proudly Presented by BNPT and PMD

Millenial Berkualitas Bijak Bermedia Sosial

2 min read

Era digital bisa melahirkan generasi bangsa anti-sosial jika tidak bijak bermedia sosial. Intensitas berinteraksi via media sosial lebih sering ketimbang dunia nyata. Duduk berhadapan sambil menunduk ke handphone masing-masing telah menjadi gaya hidup manusia modern. Kepekaan sosial semakin pudar efek kemudahan-kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi berbasis internet seperti media sosial. Hal ini kemudian mengubah pola hubungan dan interaksi di berbagai bidang kehidupan.

Globalisasi teknologi merupakan akar penyebab. Teknologi sudah tidak bisa lepas dari kehidupan manusia abad ke-21. Hanya bermodal internet, segala kebutuhan bisa terpenuhi dalam waktu singkat. Tidak terkecuali pada kebutuhan informasi. Berbagai jenis situs seperti Google menyediakan variasi berita dan jurnal ter-up to date setiap detik. Instan dan cepat bukan.

Saya jadi teringat ungkapan Aristoteles, “Educating the mind without educating the heart is no education at all”. Artinya, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa pengembangan moral sama saja tidak ada pengembangan apa-apa. Moral sama pentingnya dengan perkembangan teknologi. Nasib bangsa bukan angka di atas kertas, melainkan juga sikap dan perilaku yang berkualitas.

Disisi lain, fitur-fitur tersebut berkontribusi mengubah mindset pengguna internet. Mereka seolah tidak lagi membutuhkan bantuan siapapun untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan. Cukup tekan, masalah langsung tuntas. Selain hal positif, digitalisasi juga tak terlepas dari memberi efek negatif. Salah satunya adalah terciptanya sikap acuh pada lingkungan sekitar.

Budaya peduli dan simpatik perlahan terancam oleh penyalahgunaan media baru. Lebih condong chatting-an daripada berjabat tangan. Kebiasaan seperti ini memunculkan bibit-bibit individualis. Memilih menghabiskan waktu sendirian di depan laptop/smarthphone. Jika sikap individualis sudah terpatri dalam diri, maka rasa saling menghargai akan mati. Intoleransi jadi konsekuensi. Perdamaian sulit dijunjung tinggi.

Manajemen diri dalam ber-media sosial harus dikelola demi meningkatkan kualitas moral. Manfaatkan media sosial dengan bijak. Bertemu langsung untuk menjalin kebersamaan di dunia nyata juga penting. Saling mengerti dan memahami akan terus terangkul. Cita-cita bangsa pasti akan tercapai dengan dua dunia yang berimbang. So, mari menjadi millenial yang berkualitas dengan bijak bermedia sosial.



Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Duta Damai Dunia Maya NTB | Newsphere by AF themes.