Tue. Oct 15th, 2019

Duta Damai NTB

Proudly Presented by BNPT and PMD

Terorisme Tak Memiliki Agama

2 min read

“Sympathy and love for all Muslim Communities”


-Jacinda Ardern, New Zealand PM-


Terorisme tak memiliki agama. Tak bisa dikaitkan dan diidentikkan dengan salah satu agama. Ia lahir dari kebencian personal kemudian mewujud melakukan tindak kekerasan terhadap komunal.

Aksi terorisme di Selandia Baru adalah bukti toleransi harus diupayakan. Sebagai fakta menghargai keberagaman tidak datang begitu saja. Hal serupa bisa terjadi dimana saja, kapan saja, pada siapa saja. Tak mengenal ras, suku, pun agama.

Di barat, gagasan bahwa agama secara bawaan bersifat keras kini telah diterima begitu saja dan nyata tanpa perlu dijelaskan lagi, kata Karen Amstrong dalam fields of blood. Ia juga mengatakan dirinya kerap kali mendengarkan betapa pandangan yang kejam dan agresif itu, secara menakutkan, berulang-ulang dinyatakan dengan cara yang hampir sama. Diucapkan seperti mantra. Sehingga seringkali memikulkan beban dosa-dosa kekerasan ke punggung “agama”, lalu melepasnya ke padang gurun politik.

Pic Caption:
Don’t judge a book by it’s cover. 
Just talk to her, and you will know that she’s just like everyone else.

Ruang cyber bisa dimaksimalkan sebagai upaya merubah wajah intoleransi. Merubah stigma kekerasan berkaitan dengan agama, dan menghilangkan asumsi agama bersifat keras.

Melalui jagat maya, tanpa harus berada di kota Cristcurch, warga dunia bisa melihat dan merasakan solidaritas hampir 12.000 warga Wellington dari berbagai agama dan ras memenuhi lapangan mendo’akan untuk kedamaian korban dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan.

Tak hanya itu kita juga bisa menyaksikan simpati menyentuh pelukan kepada keluarga korban yang diberikan Perdana Menteri New Zealand Jacinda Ardern yang dijuluki “ a leader with love on full display” oleh BBC. Juga oleh Sushil Aron di New York Time sebagai “emerging as the progressive antithesis to right wing strongman whose carriers thrive on illiberat, anti-muslim, and anti immigrant rethoric”. Kepedulian yang terlihat sederhana namun syarat makna. Menghadirkan kekuatan bagi keluarga korban.

Cyber space menjembatani mereka menyampaikan pesan ke seantero warga dunia bahwa apapun bentuk kekerasan sama sekali tidak ada hubungannya dengan agama dan identitas tertentu. Memberikan asa bahwa persaudaraan antar umat beragama masih hidup. Oase baru masa depan toleransi.

Dunia artifisial menjadi salah satu media penting untuk tetap terus menarasikan pemahaman tentang keberagaman, menghentikan ujaran kebencian, dan beritabohong. Menebar tebarkan cinta kasih.

Bersama-sama bisa memulai dari akun sosial media pribadi. Berupaya menahan diri untuk tidak membagikan berita yang belum jelas kebenarannya. Tidak menyebarkan video memprovokasi amarah berimbas kian mempertajam sentimen antar umat beragama yang beragam. Berdampak memperpanjang jalan mengupayakan toleransi dan saling memahami.

Luka kemanusiaan dan beragam solidaritas di kota Cristcurch sebagai penguat bahwa terorisme tidak memiliki agama. Sebagai seruan jangan lagi mengkambinghitamkan agama.

Duka kemanusiaan di Selandia Baru. Sebagai pengingat upaya menanamkan toleransi dan menciptakan suasana damai tak boleh lekang oleh waktu. Tak bisa berhenti di satu generasi. Harus terus disemai. Dilanjutkan. Dirawat. Diupayakan.

Semoga kita semua semakin tergerak menjadi golongan manusia bijak yang terus mengupayakan toleransi dan perdamaian.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Duta Damai Dunia Maya NTB | Supported by PMD & BNPT.