Perkuat Pencegahan Terorisme FKPT Sasar Aparatur Desa dan Lurah

Waspada terhadap aksi terorisme oleh jaringan kelompok teroris merupakan tanggung jawab bersama. Beban ini tidak bisa hanya diberikan kepada pemerintah. Kerjasama semua pihak adalah jalan terbaik dalam mengupayakan pencegahan tersebut. Sebagai leading sector dalam penanggulangan kejahatan terorisme, BNPT terus mengupayakan sinergi dengan berbagai pihak di setiap daerah.

Kamis (04/11/2019) BNPT melalui FKPT Provinsi NTB kembali menyelenggarakan acara seminar bertema “Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa Tentang Literasi Informasi” melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi NTB di D’Max Hotel, Praya, Lombok Tengah. Dihadiri beberapa pejabat daerah dan masyarakat dari berbagai latar belakang; Dewan Pers Nasional, Duta Damai Dunia Maya, Lombok Post, Babinkamtibnas, Babinsar, Kades dan Lurah, Kominfo dan lainnya.

“Acara ini dilakukan sejak tahun lalu, dan masih dengan tujuan yang sama untuk terus membangun kepercayaan antara masyarakat dan pemerintah dalam rangka melawan Hoax, ujaran kebencian, radikalisme dan terorisme. Ini menekankan pentingnya sinergi bersama dalam upaya memerangi bahaya terorisme”.  Ujar Ani Suryani S.H. M. Hum dalam sambutannya.

setelah itu acara dilanjutkan dengan Dialog Panel. Hadir sebagai pemateri utama Faisal dan Aulia selaku pejabat BNPT. Tony Edi Wibowo, SE. Kabid. Media Massa, Hukum dan Humas FKPT. Serta dipandu dan dimoderatori oleh Dr. Muhaimin.

Materi pokok yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah menyangkut perkembangan terorisme dan strategi nasional pencegahannya. Bapak Faisal menyampaikan bahaya terorisme dengan memperlihatkan video singkat terorisme di Suriah yang melibatkan anak kecil sebagai pembawa bom. Beliau juga menyampaikan BNPT telah memiliki berbagai program soft approach dalam mencegah terjadinya terorisme melalui pendidikan PAUD sehingga edukasi sejak dini tentang perbedaan, keberagamam dan toleransi sangat penting dilakukan.

Juga menegaskan bahwa Intoleransi merupakan akar dari Radikalisasi. Untuk mecegahnya kita harus bersinergi bersama BNPT memberikan edukasi tentang pencegahan terorisme dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila serta dengan menggali nilai-nilai kearifan lokal yang bisa digunakan dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.

Aparatur Desa dan Kelurahan Bersinergi Bersama BNPT

Dalam sambutannya, Asisten I Bupati Lombok Tengah berpesan kepada perangkat desa dan lurah yang hadir; mendengarkan materi dengan baik sehingga pesan acara ini bisa sampai dan dapat dipahami. Sehingga saat pulang bisa memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat tentang pentingnya mencegah paham radikal dan terorisme.

Materi terahir oleh Ketua Dewan Pers Nasional Yosep Adi Prasetyo. Materi yang diberikan mengenai strategi komunikasi untuk pencegahan berita hoax, hate speech dan doktrin-doktrin keras sebagai akar dari radikalisasi. Selain itu Yosep juga memberikan materi tentang cara melawan hoax berupa video, foto dan press rilis di media sosial.

Guna memperdalam materinya, kami dibagi menjadi 7 kelompok dan setiap kelompok diberikan satu kasus hoax untuk diverifikasi kebenarannya. Masing-masing kelompok kemudian maju kedepan memberikan presentasi setelah melakukan verifikasi data bersama kelompoknya.

Peserta terlihat sangat antusias. Tampak dari pernyataan dan tanggapan dalam setiap sesi acara. Kedepan semoga kegiatan ini terus berlangsung dalam upaya bersama melakukan pencegahan dini terhadap penyebaran paham radikal dan terorisme melalui edukasi dan pemahaman kepada seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan Indonesia aman.




Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *