Peran Duta Damai Dunia Maya Menjaga Medsos Tetap Sehat

Pola baru teroris menyebarkan kekerasan mengalami perkembangan. Dunia maya dijadikan sebagai media perekrutan para terorisme. Interaksinya dinilai lebih luas dan bisa mempengaruhi para milenial (baca:anak muda).

Kita semua terhentak, dengan pengeboman di Srilangka. Bom meledak di gereja dan rumah sakit. Data sementara, ada hampir 200 orang meninggal. Dan ratusan orang mengalami luka-luka. Investigasi tengah berjalan. Pelaku pengeboman masih diburu oleh pemerintah.

Beberapa waktu sebelumnya, di belahan bumi berbeda di New Zealand tak kalah sadis juga terjadi penembakan pada puluhan orang. Mereka yang hendak menjalankan ibadah diberondong dengan senapan otomatis. Tanpa rasa ngeri atau takut, pelaku mendatangi dua masjid di Kota Christchurch.

Dua kejadian tadi kita bersepakat, yang dilakukan adalah tindakan terorisme. Stigma selama ini yang menyasar aksi terorisme dilakukan kelompok dan agama tertentu adalah tidak benar. Terorisme bisa dilakukan oleh siapapun. Aksi yang layak dikutuk oleh siapapun.

Narasi Kekerasan Dunia Maya Menyasar Kalangan Muda

Senin 22 April 2019 Youth Ambasador for Peace ASEAN resmi dibuka di Hotel Discovery Ancol Jakarta Utara. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan nasional penanggulangan Terorisme (BNPT). Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pembentukan duta damai di Indonesia, tepatnya 13 kota di Indonesia. Brigjen TNI Hendri Paruhuman Lubis Deputi Bidang pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT mengurai, jika dunia maya dijadikan sebagai media perekrutan terorisme. Dunia maya memberi andil penyebaran radikalisme.

Apa yang disampaikan Jendral bintang satu ini memang benar adanya. Jika aktif di Facebook, Instagram, dan twitter serta medsos lainnya mulai banyak dijumpai akun-akun yang menebar kebencian. Mencoba mengarahkan pikiran para pengguna sosmed, mengikuti narasi yang dibangun. Menolak keberagaman dan cenderung merasa paling benar. Untuk melegitimasi pemahamannya, tak sedikit yang menyiapkan buzzer khusus. Tujuannya “menghabisi” individu atau kelompok yang tak sepaham di dunia maya.

Langkah catur menebarkan radikalisme yang dibuat oleh kelompok ekstrimisme ini menyasar kalangan muda. Alasannya tentu saja karena memang di dunia maya, khususnya dari Indonesia dominasi kalangan muda begitu besar. Potensi mereka terbawa arus ekstrimisme cukup besar. Pasalnya, anak muda masih dalam pencarian jati diri. Mudah dipengaruhi dan terbawa dalam hal baru.

Hadirnya Duta Damai Dunia Maya (D3M) yang diinisiasi oleh BNPT salah satu langkah, meminimalisir pergerakan ekstrimisme di dunia maya. Anak-anak muda di dalamnya memiliki pekerjaan utama melakukan counter narasi radikalisme di dunia maya. Tak cukup hanya di Indonesia, BNPT melebarkan sayap hingga ke Asia Tenggara.

Menurut Henri Paruhuman, jika pergerakan D3M di Asia Tenggara berjalan baik, berikutnya upaya kontra narasi bisa dibangun hingga ke Eropa bahkan Amerika. Melawan terorisme saat ini tidak hanya aksi kekerasan di dunia nyata. Narasi kekerasan di dunia maya kian mengerikan. Narasi terorisme yang masif sulit ditanggulangi jika tidak ada perlawanan. Semua masyarakat berpotensi terkena narasi kekerasan.
Pelatihan D3M, tak hanya di dalam negeri. Perlu kolaborasi dengan luar negeri. Pemuda perdamaian lintas negara. Kesamaan visi ini diperlukan dan dikembangkan.

Apa yang telah dibangun oleh BNPT melalui D3M ini layak untuk terus dikawal. Misi bagus meminimalisir kalangan muda terpapar radikalisme harus berjalan berkepanjangan. Sudah sepatutnya organisasi yang ada di 13 regional plus berikutnya Asia Tenggara dipantau serius. Beberapa hal yang patut dipersiapkan ialah :

-Menyiapkan rencana jangka menangah dan jangka panjang bagi D3M.

-Menjaga regenerasi bagi anggota D3M.

-Membekali peningkatan kemampuan dan kapasitas bagi punggawa D3M.

-Mengurus legalitas seluruh pengurus D3M.

-Memfasilitasi jaringan D3M dengan pemerintah daerah.

Sejumlah langkah diatas memang tak bisa serentak langsung berjalan. Perlu sejumlah tahapan. Namun, setidaknya BNPT harus menjaga supaya umur D3M di masing-masing regional lebih panjang. Atau bahasa sederhananya jangan biarkan D3M mati muda. Musnah sebelum banyak menebar kebaikan di media sosial.(*)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *