Tue. Nov 19th, 2019

Duta Damai NTB

Proudly Presented by BNPT and PMD

Sebulan Terakhir, 50 Hoax Agama Serbu Internet

2 min read
Sekjen Dirjen Info dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Dr Rosarita Niken Widiastuti (tengah) foto bersama dengan peserta Asean Youth Ambassador for Peace di Jakarta, Rabu (24/4).

Jakarta-Sebaran kebohongan (hoax) di internet cukup tinggi sebulan terakhir. Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melansir ada 353 hoax di internet. Hal ini

“Hoax yang berbasis agama tercatat ada 50 semburan,” kata Sekjen Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Dr Rosarita Niken Widiastuti, Rabu (24/4) di Allianz Ecopark Convention Hall Ancol-Jakarta.

Niken menjelaskan, tidak semua informasi yang beredar di internet selalu positif. Berbagai info negatif ikut menghantui para pengguna internet. Hoax berbasis agama, embrio membentuk sikap radikal.

“Mereka masuk ke dunia maya. Ajakan mereka berbau radikalis, Kemenkominfo telah memblokir ribuan akun,” bebernya.

Lebih lanjut, penyebaran aliran atau paham radikalisme sama dengan semburan kebohongan. Propaganda yang dilakukan cukup masif. Menggunakan banyak kanal, cepat, terus-menerus, dan berulang.

“Data kami, satu menit di internet cukup sibuk. Di facebook satu menit diunggah 3,3 juta informasi, di WhatsApp (WA) 2,9 juta,” ujarnya.

“Kalau satu jam kalikan saja 60 menit. Sehari 24 jam, bayangkan berapa banyak,” imbuhnya.

Niken menyebutkan, menyikapi sebaran di internet dan pesan instan, Kemenkominfo tak tinggal diam. Diantara langkah pemerintah dengan memblokir Telegram. Saat itu, pihak Telegram kurang terbuka pada pemerintah. Tiga kali diberi peringatan selalu diabaikan. Didapati pemerintah di dalam Telegram ada share cara membuat bom.

“Setelah ditutup pemilik Telegram datang ke kementerian. Setelah itu pemerintah meminta telegram mengikuti aturan di Indonesia,” tandasnya.

Dalam dua dekade terakhir, sambungnya, radikalisme di internet melahirkan tantangan baru pada keamanan negara. Tak hanya diserang fisik, ada juga serangan-serangan propaganda. Meski begitu, adanya internet tak boleh sepenuhnya dilarang. Melalui internet lebih banyak peluang memperluas jaringan. Internet menjadi ruang gema segala kalangan. Internet sanggup mempercepat deradakilisasi. Internet mempermudah deradikalisasi tanpa kontak. Termasuk mempercepat mengetahui dan melakukan swa-deradikalisasi. Jika ada yang janggal, masyarakat bisa mengirimkan laporan melalui [email protected]

“Begitu ada aduan. Kami akan langsung menyikapi,” tandasnya.(*)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Duta Damai Dunia Maya NTB | Newsphere by AF themes.