Tue. Nov 19th, 2019

Duta Damai NTB

Proudly Presented by BNPT and PMD

Urgensi Peran Perempuan dalam Mencegah Radikalisme & Terorisme

2 min read

Salah satu indikasi keamanan suatu negara di berbagai penelitian didasari atas perasaan perempuan. Suatu negara bisa dikatakan aman apabila perempuan merasa aman di negara tersebut. Oleh karena itu, tidak bisa dipungkiri bahwa perempuan memiliki peran besar dalam pembangunan suatu bangsa terlebih lagi dalam memberikan rasa aman dan merasakan rasa aman itu sendiri.

Seperti kata Hillary Clinton “Woman offer unique contributions to making and keeping peace and those contributions lead to better outcomes not just for woman but for entire societies.

Kamis (04/05/2019) BNPT melalui FKPT Provinsi NTB menyelenggarakan acara seminar bertema “Pelibatan Perempuan dalam Pencegahan  Radikalisme dan Terorisme di hotel Astoria, Mataram. Acara ini dihadiri oleh Brigjen Hamli selaku Direktur Pencegahan dan Deradikalisasi BNPT pusat, pejabat daerah, media lokal dan sekitar 110 peserta yang sebagian besar perempuan dan berasal dari berbagai organisasi di NTB seperti Fatayat NU, WHDI, PGI, PKK kota Mataram, AMAN, Bhayangkari, Dinas Pemberdayaan Wanita, BKOW dan lainnya.

“Acara ini bertujuan memberikan pemahaman utuh kepada perempuan dalam memahami ancaman serius terorisme dan perempuan diharapkan mampu menjadi agen-agen damai dalam menyebarkan pesan-pesan damai.” kata L. Syafii M.M ketua FKPT Provinsi NTB dalam sambutannya.

Acara kemudian dilajutkan dengan dialog panel, hadir sebagai pembicara pejabat BNPT Ir. Hamli M.E dan Ibu  Nyimas Aliah Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dalam Situasi Darurat dan Kondisi Khusus.

Materi utama yang disampaikan dalam acara ini fokus pada fenomena baru kelompok teroris yang telah menggunakan perempuan sebagai aktor utama dalam melakukan aksi amaliyah (kejahatan terorisme) dan  terbukti dengan berbagai kasus teror bom yang terjadi. Bom Surabaya 2018, Bom Sibolga 2019 di mana istri Abu Hamzah meledakkan diri, dan Dian Yulia Novi yang mencoba serangan bom bunuh diri di Istana. Sederet aksi amaliyah melibatkan perempuan dirasa penting diberikan perhatian khusus sehingga acara ini penting untuk dilakukan. Ir. Hamli menyampaikan “kejahatan terorisme ini nyata dan jangan lagi kita menghayal ini adalah rekayasa pemerintah.”

Beliau menambahkan “BNPT selaku lembaga non-kementrian bertugas melakukan koordinasi kelembagaan untuk melawan radikalisme dan terorisme secara bersama-sama. Beliau menekankan bahwa Indonesia jangan sampai seperti Suriah.”

Dalam kesempatan yang sama, Ibu Nyimas Aliah juga mengingatkan Ibu-ibu untuk memantau tayangan-tayangan anak-anak di era digital dan menelpon anak-anak mereka yang belajar di luar daerah untuk  hati-hati bergaul serta menyampaikan pesan damai dalam setiap aktivitas. Seminar ini ditutup oleh pidato singkat Ibu Endang Susilawati selaku Kepala Bidang Perempuan dan Anak FKPT NTB.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Duta Damai Dunia Maya NTB | Newsphere by AF themes.