Tue. Nov 19th, 2019

Duta Damai NTB

Proudly Presented by BNPT and PMD

Peran Pemuda dalam Demokrasi Digital

3 min read

Teknologi digital membuka ruang tanpa batas dalam berdemokrasi dan menyampaikan pendapat. Dengan smartphone, koneksi internet dan ketikan jari, setiap pengguna bisa menulis berita tentang orang lain, dirinya sendiri dan membagi berita, opini atau post yang mereka baca dalam hitungan detik. Kemajuan ini membuat siapa saja bisa menjadi seorang journalist.  Dengan menggunakan berbagai search engine, pengguna bisa mendapatkan informasi pilihan yang tertaut dalam berbagai link dan bisa terpapar hingga 11 halaman. Halaman-halaman ini adalah pintu besar menuju dunia ide dan inspirasi yang bisa dijadikan referensi.

Social media menjadi pertemuan maya jutaan manusia untuk berbagi dan membagi informasi secara langsung dan tidak langsung. Marshall Mc Luhan (1911-1980), seorang media theorist dalam bukunya yang berjudul Global Village, menyatakan “the medium is the message” yang berarti bahwa kualitas dari sebuah medium atau alat penyampaian mempunyai dampak yang sama besar dengan informasi yang disampaikan. Internet sebagai medium sangat paradoksikal. Tanpa mengingkari kemudahan yang telah dinikmati penggunanya, masyarakat masih harus terus berjuang melawan dampak negatifnya.

Wabah hoaks tidak bisa dihindari, survey yang dilakukan oleh Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (MASTEL) menujukkan bahwa 44,3% responden menerima hoaks setiap hari, 17,2% menerima lebih dari satu kali sehari dan penyebaran berita hoaks dilakukan 92,40% melalui social media. Menyadari dampak negatif dari digitalisasi ini, pemuda sebagai pengguna internet terbesar di dunia memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi digital. Terlebih lagi bagi milenial yang lahir dan besar dengan teknologi yang telah menjadikan mereka sebagai generasi paling terbuka dalam sejarah peradaban manusia.

Pemuda perlu mendorong media social sebagai wadah dialog yang sehat untuk berbagi inspirasi. “The paradigm of fame” dalam kehidupa sosial media dengan tujuan mengejar like harus dialihfokuskan pada kualitas konten post dan komen yang berisi dukungan dan kritik yang membangun, bukan semata-mata bertujuan untuk menyenangkan pengguna social media yang lain. Selain itu pemuda mengajak pengguna yang lain untuk tidak terpancing oleh komen-komen dan ujaran kebencian yang cenderung bersifat spontan dan emosional.

Pemuda juga diharapkan menjadi contoh pelaku digital literasi yang baik. Dalam menyampaikan pendapat terkait hal yang bukan bidangnya sebaiknya mencantumkan dukungan dari artikel yang ditulis langsung oleh ahlinya. Dalam socmed, setiap orang bisa terlihat atau menjadi expert tanpa kualifikasi. Menjadi contoh seseorang yang berpikir kritis dalam menyebarkan suatu informasi dan mendiskusikan topik tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung dengan ahlinya.

Menyadari perputaran algoritma dibalik berbagai platform digital, pemuda sangat berperan dalam menetralisir. Karena algoritma ini akan mengelompokkan pengguna sosial berdasarkan berbagai kategori seperti pendidikan, penghasilan, pilihan politik, profesi, agama, hobi, ras dan ketertarikan tertentu dalam melakukan klik terhadap suatu topik. Setiap group akan memandang sebatas garis yang ditentukan oleh alogaritma tersebut. Dengan ini pemuda bisa mengambil bagian dalam menjembatani pandangan-pandangan yang berbeda dengan menyebarkan konten-konten netral dan damai.

Sebagai pengguna utama, pemuda bisa menjadi contoh dalam memilih dan memilah post. Memberikan contoh-contoh post yang layak untuk dikonsumsi publik. Masalah pribadi yang dipublikasi tidak hanya memecah dua pribadi tetapi juga bisa memecah lingkungan yang lebih luas, sebagaimana politik yang diperparah dengan hoax menciptakan polarisasi di dunia maya yang bisa terbawa ke dunia nyata.

Apabila peran ini bisa diwujudkan, dengan jumlah pemuda yang mendominasi dunia digital, hoaks akan dengan sangat mudah untuk ditangkal dan digital literasi akan berkembang ke arah yang lebih positif.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Duta Damai Dunia Maya NTB | Newsphere by AF themes.