Perempuan Penentu Masa Depan Bangsa, BNPT Libatkan Perempuan Di Nusa Tenggara Barat

Mataram- Perempuan memiliki pengaruh besar dalam perubahan sebuah negara, karena perempuan memiliki kemampuan paling kuat dalam ikatan emosional, memiliki militansi yg luar biasa untuk membuat sebuah perubahan. Melalui Badan Nasional Penanggulangan Nasional, Indonesia (BNPT) terus meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi aksi teror yang dilakukan oleh kelompok radikalisme dan terorisme.

Baru-baru ini kata Ida Isnani banyak aksi teror yang melibatkan perempuan sebagai pelaku utama terorisme. Dimulai dari Selandia Baru, Surabaya, Sibolga dan Terakhir Sri Langka, sebagai gambaran mengejutkan dalam aksi terror tersebut adalah perempuan yang rela ikut meledakkan dirinya dalam penggrebekan yang dilakukan oleh otoritas di Sri Langka. Hal tersebut menambah deretan keterlibatan perempuan dalam aksi terorisme.

Menyadari Perempuan memiliki pengaruh yang sangat luar biasa dalam segala aspek kehidupan sebagai penentu masa depan bangsa yang damai dan lebih baik serta sebagai langkah pemerintah untuk Mengantisipasi keterlibatan perempuan, BNPT bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Prov. NTB menggelar “Kegiatan Pelibatan Perempuan sebagai Agen Perdamaian dalam Pencegahan Faham Radikalisme dan Terorisme”.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. Ir. Hamli, M.E., Kepala Badan Kesbangpol Provinsi NTB Drs. H. Lalu Syafi’i, M.M. Yang juga selaku Ketua FKPT Prov. NTB, PLH Sekda Kota Mataram Lalu Martawang, sebagai narasumber, Asdep Bidang PHP pada Situasi Darurat KPPPA Nyimas Aliyah, dari Asian Muslim Action Network AMAN Siti Hanifah, Duta Damai Dunia Maya NTB, serta narasumber tokoh perempuan yang mewakili Provinsi Nusa Tenggata Barat.

“Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman terhadap kaum perempuan terkait bahaya laten terorisme, hingga mengajak perempuan untuk secara aktif berpatisipasi dalam pencegahan faham radikal dan terorisme dalam masyarakat serta lingkungan terutama keluarga” terang Ida Isnani selaku penanggung jawab kegiatan. 09/05/2019

Seperti kita tahu bahwa perempuan seringkali menjadi korban dalam aksi terorisme, hal demikian harus diantisipasi secara dini dengan membangun komunitas “perempuan sebagai agen perdamain”, termasuk di Nusa Tenggara Barat, jelas Ida.

Kegiatan “Perempuan Agen Perdamaian dilaksanakan di Hotel Lombok Astoria pada tanggal 09 Mei 2019 dengan menghadirkan 100 peserta dari berbagai komunitas perempuan dan para tokoh perempuan di Nusa Tenggara Barat. Kegiatan akan berlangsung dari pukul 08.00 s/d 16.00 waktu setempat.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *