Sat. Aug 24th, 2019

Duta Damai NTB

Proudly Presented by BNPT and PMD

Perempuan Stop Radikalisme dan Terorisme

3 min read

Perempuan dan anak sangat rentan dimasuki paham-paham radikalisme. Mereka direkrut sebagai penyedia logistik, penghubung online, penyebar informasi, menikah online dan sebagai calon pelaku bom bunuh diri. Perempuan didekati dengan berbagai cara yakni mambangun pendekatan pribadi seperti menikah, pengajian berkomunikasi dan pertemanan aktif berbasis online.

Bisa dilihat dari data  Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia tercatat bahwa pada tahun 2017 pengguna internet di Indonesia mencapai 143 juta orang atau sekitar  55% dari jumlah total penduduk Indonesia. Anak muda termasuk perempuan di dalamnya menjadi sasaran empuk untuk disusupi paham-paham radikal. Selain itu dijadikan alat perekrutan handal oleh kelompok teroris dengan penyebaran konten-konten berisi ujaran kebencian dan hoax di dunia maya.

Perempuan harus mampu berpikir kritis terhadap berita atau informasi yang bertebaran di media sosial guna mencegah mencegah masuknya doktrin radikalisme dalam diri. Begitu juga sebagai ibu, perempuan hendaknya menanamkan dan mengenalkan anak tentang konten-konten cinta damai demi perdamaian tanah air yang kita cintai ini” ujar Endang Susilowati selaku Deputi Bidang Perempuan dan Anak FKPT pada Kamis, 9 Mei 2019 di Hotel Lombok Astoria.

Lalu Syafi’i Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) NTB dalam pidatonya pada kegiatan bertema Perempuan Agen Perdamaian dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme menyatakan bahwa beberapa peristiwa terorisme seperti di Lampung dan Tanjung Priuk melibatkan orang-orang NTB sebagai korban sekaligus pelaku pengeboman. Tempat-tempat sepi di NTB juga memungkinkan sebagai tempat pelatihan terorisme. Pelaku yang bebas setelah jadi narapidana kemungkinan besar  menyebarkan paham-paham radikal yang pernah didapatkan dahulu ke orang-orang disekitarnya. Sasaran utama tertuju kepada anak muda dan ibu-ibu. Paham-paham tersebut kian menjalar pesat hingga membentuk sebuah gerakan eksklusif di NTB. Namun hal-hal negatif dari gerakan tersebut bisa dicegah oleh pihak FKPT.

Kehadiran lebih dari 100 peserta dengan mayoritas perempuan diberikan pemahaman tentang peranan penting perempuan sebagai pembentuk karakter anak dalam keluarga. Demikian juga terkait penumbuhan sikap dan perilaku anak tentang keragaman dan toleransi perlu dididik sejak dini. Oleh sebab itu, seorang ibu memiliki pengaruh dominan terhadap baik buruknya perkembangan anak. Akibat nyata besarnya pengaruh itu terbukti saat pengeboman tiga gereja di Surabaya tahun lalu yang mana pelakunya adalah satu keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri beserta 4 anak berusia belasan tahun.

Awalnya perempuan hanya mengambil posisi supporter namun kebutuhan atas pengakuan menyeret mereka untuk mengambil posisi yang lebih menantang yakni sebagai aktor teroris. Hal ini didukung fakta-fakta yang salah satunya seperti peristiwa di atas. Jejak pengeboman di Surabaya tersebut mengindikasikan betapa besarnya pengaruh ibu dalam mentransmisikan ideology radikalisme ke dalam pribadi anak-anaknya hingga mereka yang masih berusia sangat muda itu berani mengambil keputusan menjalankan aksi bom bunuh diri.

Broken Home merupakan faktor lain yang mendorong seorang anak melakukan tindak bom bunuh diri. Tumbuh kembang anak tidak akan stabil tanpa keberadaan orang tua. Ketidakstabilan tersebut pastinya membuat karakter anak menjadi tidak kuat. Tidak kuatnya karakter seorang anak akan mudah dipengaruhi oleh siapa saja, tidak terkecuali orang atau kelompok pembawa doktrin radikalisme.

“Anak korban broken home rentan melakukan tindak kekerasan karena anak yang tumbuh dalam keluarga yang hancur maka tumbuh kembang anaknya tidak baik” tambah Nyimas Aliah selaku Asistent Deputi Perlindungan Hak Perempuan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Duta Damai Dunia Maya NTB | Supported by PMD & BNPT.