Tue. Nov 19th, 2019

Duta Damai NTB

Proudly Presented by BNPT and PMD

Ramadan Momen Berbagi yang Dinanti Semua Umat

2 min read

Ramadan ternyata tak hanya disambut baik oleh masyarakat muslim saja, masyarakat non muslim juga tak kalah antusias menyambut bulan yang penuh dengan nuansa ibadah ini. Hal ini terbukti dari beberapa kisah inspiratif yang belakangan viral di social media.

Bermula dari sebuah akun instagram @drama ojol yang berisi kumpulan aktivitas harian para driver ojek online di berbagai tempat. Salah satu postingan yang menarik perhatian saya adalah seorang costumer yang memesan makan berupa pizza. Ketika hendak dikonfirmasi untuk pengantaran oleh driver gojek, alhasil sang driver memperoleh balasan yang tidak terduga dari customer tersebut.  Ternyata pizza tersebut sengaja diminta untuk beli yang niatnya diperuntukkan bagi si driver berbuka puasa bersama keluarga. 

Sang driver yang merasa tidak percaya pun, berterimakasih sembari mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada customernya yang ternyata beragama Katolik, dan berakhir dengan ucapan maafnya. Sang driver yang merasa terharu akhirnya mengirimkan ceritanya ini ke akun instagram @drama ojol tersebut. Postingan tersebut pun berakhir dengan banyak komentar postif serta cerita-cerita dari berbagai belahan Indonesia yang mengalami kejadian yang sama. Ada yang bercerita mereka diberi makanan sehari sebelum puasa oleh tetangganya yang katolik sebagai bentuk ucapan selamat menjalankan ibadah puasa.

Hal ini juga terjadi dilingkungan penulis sendiri. Sebagai seseorang yang tinggal di lingkungan yang beragam—lingkungan islam dan hindu di batu ringgit. Di suatu sore pada awal puasa, dua orang tetangga di samping kos-kosan nampak sedang asyik bercengkrama sembari menunggu berbuka. Tentunya si ibu yang satu adalah seorang muslim dan satunya lagi beragama hindu. Si ibu yang muslim tersebut nampak memegang sebuah bingkisan bening yang berisi kurma. Dan diakhir pembicaraan sayup-sayup terdengar ucapan terimakasih kepada tetangganya yang beragama hindu karena telah memberi bingkisan tersebut untuk berbuka puasa.

Masih Banyak Orang Baik

Lantas pelajaran apa yang bisa kita petik dari kejadian di atas? Ya sebuah pepatah bijak mengatakan bahwa masih banyak orang baik di dunia, jika kamu tak menemukannya jadilah salah satunya. Ungkapan ini tentunya tak bisa hanya kita jadikan pajangan di dinding sosmed kita. Kita  yang mencintai Indonesia hendaknya perlu dengan terbuka menebarkan kebaikan. Barangkali selama ini ada oknum-oknum yang dengan sengaja memecah belah masyarakat agar tak lagi saling menerima kebaikan. Mirisnya oknum-oknum tersebut menjadikan perpecahan sebagai bahan untuk bercanda dan hiburan.

Tentunya kita tak ingin melihat perilaku-perilaku demikian terus merajalela dalam masyarakat kita. Kita mesti menjadi salah satu yang bergerak untuk menebar kebaikan. Menumbuhkan narasi-narasi toleransi untuk sekitar kita. Agar masyarakat juga mulai mencintai sesamanya, dengan lebih mula melihatnya sebagai manusia.

Barangkali kita juga tak sadar, bahwa saudara-saudara kita yang lintas agama sangat ingin bergaul serta bersenda gurau dengan kita. Namun jarak yang kita ciptakan sendiri sejak adanya narasi-narasi jahat yang memecah belah menjadikan mereka juga menjaga jarak. Itulah sebabnya ketika Ramadhan tiba, mereka juga merasa ingin dan harus menyambut bulan ini sebagai jalan merajut kembali rasa manusia yang hilang tersebut. Mereka juga tergerak untuk menunjukkan cintanya bagi kita semua. Tidakkah hal ini menjadi sangat indah jika rasa cinta kasih Ramadhan bisa terus kita rasakan. Untuk itu, Mari menunjukkan Cinta !!

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Duta Damai Dunia Maya NTB | Newsphere by AF themes.