Tue. Oct 15th, 2019

Duta Damai NTB

Proudly Presented by BNPT and PMD

Lombok sebagai Icon Wisata damai Dunia

3 min read

“We travel, some of us forever, to seek other states, other lives, other souls.”

― Anaïs Nin

Keindahan Pulau Lombok telah terdengar hingga seantero jagad maya dan nyata. Keindahan alam, pluralitas budaya, adat-istiadat, kearifan-kearifan lokal, kuliner tradisional dan keramah tamahan masyarakatnya membuat seluruh orang-orang dari pelosok dunia datang berkunjung dan tidak jarang yang memutuskan untuk hijrah dan membangun kehidupan baru di Pulau Seribu Masjid ini. Menurut data BPS sekitar 3,5 juta wisatawan asing dan domestik datang ke Lombok di tahun 2017 dan diharapkan pada tahun 2019 bisa menembus angka sampai 4 juta.

Sektor pariwisata kemudian menjadi salah satu solusi untuk  mengatasi masalah kemiskinan akibat dari banyaknya pengangguran yang mengancam harmonisme masyarakat  maka dari itu Lombok terus berupaya melakukan percepatan pembangunan daerah dengan misi mengejar standar pariwisata dunia.

Ilustrasi oleh Brian Abby

Keterikatan  antara Pariwisata dan Perdamaian

Mungkin banyak dari kita yang bertanya apa sebenarnya kaitan pariwisata dengan perdamaian? Banyak di antara kita belum menyadari kedua hal ini sangat erat berkaitan sebagai contoh syarat utama suatu daerah wisata bisa dikunjungi karena daerah tersebut aman dan jauh dari kekerasan dan teror, jika masalah keamanan terganggu maka dipastikan sektor pariwisata daerah tersebut tidak akan hidup. Secara otomatis investor tidak akan berani masuk dan turis asing akan diberikan travel warning oleh negara mereka masing-masing.

Ini kemudian menjadi hal penting untuk menjadi catatan bagaimana Lombok kemudian mampu memberikan rasa aman kepada mereka yang datang berkunjung dan terus berupaya menjadi icon wisata damai dunia.

Deklarasi Manila 1980 dalam The World Tourism Organization yang diadakan di Manila, Filipina, dihadiri lebih dari 107 delegasi dari negara-negara di dunia dan 90 di antaranya merupakan delegasi pengamat yang memberikan klarifikasi bahwa hakikat pariwisata (nature of tourism) dengan segala aspek di dalamnya memainkan peranan sentral dalam dinamika dan percepatan perubahan dunia dan tanggung jawab negara dalam peningkatan pariwisata lebih dari sekedar aktivitas ekonomi antar negara penduduk.

“CONVINCED that world tourism can be a vital force for the world peace and can provide the moral and intellectual basis for international understanding and independences.” (UNWTO Manila Declaration 1985)

Dari deklarasi di atas saja kita bisa mengatakan bahwa melalui pariwisata, kita bisa melakukan promosi damai karena pariwisata mendorong perjalanan jutaan masyarakat dunia untuk bertemu secara langsung, membangun ruang interaksi  dengan megamati relung kekayaan dunia melalui keberagaman budaya dan etnis. Ruang ini mengikat pasriwisata dan perdamaian menjadi satu kesatuan utuh yang kemudian berfungsi sebagai katalisator dalam upaya membangun kesepahaman bersama baik antar negara maupun antar penduduk dunia.

Potensi Lombok sebagai promosi wisata damai

Jika kita kembali ke sejarah, kita bisa menemukan bahwa Lombok merupakan  saksi titik temu dua kerajaan besar yakni Hindhu dan Islam yang ditunjukkan dengan berbagai bukti jejak sejarah perdamaian yakni Pura Lingsar yang menjadi tempat ibadah penduduk Muslim dan Hindhu.

Selain itu, Lombok juga sangat terbuka terhadap modernisasi, terbukti dengan salah satu bangunan di Istana Air Mayura tepatnya di Bale Kembang simbo-simbol multikulturalisme berupa patung-patung dari kerajaan Jawa, Cina, Arab, Muslim yang dibuat tahun 1744. Hal ini menjadi pertanda (sign) bahwa perdamaian di Lombok  telah ada jauh sebelum Indonesia atau konsep negara terbentuk selaras dengan penelitian salah satu  ilmuan Prancis, Ferdinand de Saussure.

Maka dari itu, kita sebagai generasi muda mampu mempertahankan dan menjaga pemikiran-pemikiran damai melalui pariwisata. Berusaha menjelaskan kepada dunia bahwa Lombok merupakan tempat aman menjadi surganya para wisatawan asing dan lokal. Ke depan kita harapkan paket wisata perdamaian bisa ada dijual di Lombok sehingga memberikan edukasi bahwa pariwisata tidak hanya monoton dengan selfie ria dengan membawa sampah melainkan sebagai ajang belajar dan pertukaran budaya (cultural exchange) serta membangun kesepahaman kita sebagai penduduk dunia.

Maraknya konflik dan aksi teorisme yang terjadi sejak tahun 2001 membuat PBB membentuk UN World Tourism yang mencoba menggabungkan konsep pariwisata dengan konsep perdamaian. Tujuan ini diperjelas bahwa tujuan berwisata adalah perdamaian dan melihat penduduk lokal sebagai subjek pariwisata bukan objek semata. Dengan ini, pariwisata berperan sebagai kunci perdamaian abad baru, kunci diplomasi dan sebagai alat promosi damai yang ampuh.

Saya berharap Lombok bisa memiliki museum perdamaian dan resolusi konflik sebagai salah satu bentuk dalam menjaga pemikiran damai yang diwariskan nenek moyang kepada generasi selanjutnya.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Duta Damai Dunia Maya NTB | Supported by PMD & BNPT.