Mon. Sep 23rd, 2019

Duta Damai NTB

Proudly Presented by BNPT and PMD

Generasi Melek Damai Mengambil Jalan Tengah

3 min read

Setiap generasi memiliki tantangan tersendiri. Di era digital ini, pemuda menghadapi tantangan yang berat. Mengapa berat? Tentu jawabannya karena melanjutkan cita-cita dan perjuangan generasi muda sebelumnya, di mana kami berharap dan diharapkan bisa menjadi bagian dari solusi dan membuka jalan yang seluas-luasnya untuk generasi kami berikutnya. Hal ini bukan sesuatu yang dapat dikatakan mudah. Nilai-nilai kebangsaan dan keharmonisan di tengah masyarakat pluralisme merupakan ruh negara yang wajib dipertahankan untuk menaklukkan hambatan dan tantangan besar masih terus terganggu.

Ilustrasi oleh Ulwan S.Z

Pada masa perjuangan merebut kemerdekaan, masalah utama yang dihadapi Indonesia adalah tidak adanya persatuan dalam melawan penjajah. Dengan inisiasi pemuda, lahirlah Sumpah Pemuda 1928 yang merupakan momentum penyatuan dan berperan sebagai tangga utama dalam mencapai kemerdekaan. Para Jong dari berbagai daerah berkumpul bersatu, berikrar satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa.

Hari ini, setelah semuanya bersatu, tantangan kerap mucul baik dari dalam maupun dari luar, upaya-upaya dari sekelompok orang mengatasnamakan kepentingan berusaha memecah belah persatuan bangsa kita. Persatuan semakin terpecah baik itu di dunia nyata maupun di dunia maya. Dengan berbagai alasan perbedaan seperti ideologi, cara pandang, aliran-aliran baru, cara berpikir, kepentingan politik, sentimen antar ras, hasutan-hasutan dan kebohongan-kebohongan (hoax) dan doktrin agama, kelompok ini mencuci otak (brain washing) anak-anak muda, alhasil banyak dari mereka mudah dipolarisasi.

Pada bulan kemerdekaan ini, Indonesia kembali dipolarisasi, kali ini akibat ceramah agama tertutup yang direkam dan disebarkan. Rekaman tersebut sangat menyinggung perasaan penganut agama lain. Secara mendasar, sebagai penganut agama kita tahu perbedaan ajaran masing-masing, hendaknya harus menjaga perkataan dan mengingat bahwa agama itu untuk mendamaikan dan menenangkan jiwa kita sebagai manusia bukan digunakan sebagai alat untuk membangun permusuhan dan dinding-dinding tinggi satu sama lain. 

Dalam hal ini generasi muda harusnya menjadi tombak utama dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan bukan turut membagi respon-respon atau komen-komen yang bisa semakin memecah. Pemuda mestinya menjadi penengah, pembuka dialog bagi kubu-kubu yang sudah terpecah akibat rekaman ini dan terus mengedukasi publik dengan cara memberi contoh yang baik dalam mengeluarkan pendapat, baik di sosial media maupun di dunia nyata, baik secara tertutup maupun secara terbuka. Pengkajian secara menyeluruh perlu dilakukan sebelum mengeluarkan opini tersebut di depan publik.

Ironisnya, pemuda sering kali menjadi korban, siapa yang salah dalam hal ini? A. Pemerintah B. Generasi Muda yang kurang ilmu alias bodoh C. Keluarga atau D. Semuanya benar. Jawaban cukup disimpan dalam hati karena semua pasti memiliki pembenaran sendiri. Tugas kita bukan untuk saling menyalahkan tapi berupaya keras bagaimana melakukan sesuatu yang berarti untuk generasi muda agar mereka semakin menyadari arti penting sebuah perdamaian.

Upaya keras untuk menjaga perdamaian dapat kita mulai dengan langkah kecil yakni pertama mawas diri dengan agama. Agama bukanlah alasan kita untuk legalisasi suatu tindakan buruk. Kedua menjauhi lingkungan yang ekstrim dalam beragama. Ketiga memilih bacaan yang berkonten positif, kreatif dan tentunya informatif. Keempat mendukung seribu persen dalam menyuarakan perdamaian dimanapun kita berada dan yang terakhir menanamkan nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan dan NKRI mutlak tidak bisa diganggu gugat.

Generasi muda yang hebat adalah generasi yang mencintai perdamaian di manapun mereka berada. Itulah cerminan dari suatu bangsa yang beradab dan bermartabat.

Entah bagaimana tercapainya “persatuan” itu, entah bagaimana
rupanya “persatuan” itu, akan tetapi kapal yang membawa kita ke
Indonesia Merdeka itu, ialah ”Kapal Persatuan” adanya.

___ Di Bawah Bendera Revolusi (hlm. 2)
Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Duta Damai Dunia Maya NTB | Supported by PMD & BNPT.