Mon. Sep 23rd, 2019

Duta Damai NTB

Proudly Presented by BNPT and PMD

Kampanye Damai Melalui Sektor Ekonomi

2 min read

Alunan musik akustik menyambut para peserta talkshow bertema Youth Peach Building Environment di Acibara Cafe pada Sabtu, 24 Agustus 2019 pukul 10.30 WITA. Meja registrasi dengan beberapa sedotan bamboo (bamboo straw) dan brosur menunggu di luar ruangan. Barisan deretan kursi kayu menampung peserta yang jumlahnya hingga ratusan.

Acara ini melibatkan pemuda NTB, diinisiasi oleh Aliansi Kerukunan Anak-Pemuda Lintas Agama (AKAPELA) yang bergerak dan fokus pada keberagaman dan perdamaian bangsa, khusunya di kalangan pemuda. Untuk menyuarakan perdamaian, AKAPELA menggunakan pendekatan berbeda yakni melalui bidang kewirausahaan atau preneurship.

November 2018 hingga sekarang, AKAPELA menjalankan program Peace Preneurship. Istilah ini adalah model yang menggabungkan wirausaha sosial, kampanye toleransi dan perdamaian. Latar belakang program ini berawal dari tragedi konflik beratasnamakan agama di Indonesia seperti, penembakan di masjid, konflik suku dan pengeboman di gereja-gereja yang sering kali terjadi di mana saja. Sebagai bentuk kepedulian, pemuda dan pemudi AKAPELA aktif menggaungkan pesan-pesan perdamaian. Dari situlah muncul ide program Peace Preneurship berkelanjutan yang mempertemukan kampanye perdamaian dengan sistem usaha kecil dan menengah. Dalam melaksanakan program ini AKAPELA didukung oleh Australia Grand Scheme.

AKAPELA terdiri dari dua kelompok pemuda yang terpusat di Ubung dan Praya. Kelompok di Ubung membuat kreasi tas Unity in Diversity Bag atau Udi Bag. Tas berbahan dasar kain tersebut berisikan pesan-pesan Bhineka Tunggal Ika atau pesan-pesan persatuan dari bahasa sangsekerta atau bahasa lokal di Indonesia. 

Ada dua tujuan pembuatan tas Udi Bag. Selain mengkampanyekan perdamaian, tas ini diharapkan mampu mengurangi sampah plastik. Masalah plastik merupakan masalah krusial saat ini. Komponen plastik tidak bisa terurai dan menjadi sampah utama baik di laut maupun di darat. Sebab itulah pemuda-pemuda NTB yang tergabung dalam organisasi AKAPELA gencar mengurangi sampah plastik sekaligus menyuarakan perdamaian melalui produk-produknya.

Kemudian kelompok pemuda di Praya membuat KOSAHI (Koperasi Sampah Hijau). Koperasi ini fokus di pertanian organik. Untuk saat ini, kelompok pemuda di Praya menghasilkan daun mint dan selada. Selain itu, kelompok ini mendaur ulang produk seperti botol plastik atau kaca yang diolah kembali menjadi pot tanaman dengan melibatkan ibu-ibu dan komunitas-komunitas di daerah setempat untuk menghasilkan buah tangan kreatif yang memiliki pesan-pesan perdamian dan keberagaman di dalamnya.

“Isu-isu perdamaian sangat penting untuk diangkat. Apalagi banyaknya masalah yang berakar dari permusuhan atau tuduhan terhadap suatu etnis. Anak muda yang menjadi pengangguran juga menjadi salah problem yang perlu dilihat. Disinilah Peace Preneurship berperan sebagai solusi bagaimana anak-anak muda Indonesia aktif membuat usaha mereka sendiri dan juga tetap beraksi menyampaikan nilai-nilai perdamian melalui apa yang mereka buat.” Ujar Kristi Prapriwi selaku pembicara sekaligus anggota tim Peace Preneurship.

Please follow and like us:

1 thought on “Kampanye Damai Melalui Sektor Ekonomi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Duta Damai Dunia Maya NTB | Supported by PMD & BNPT.