Sabtu (15/08/2020) merupakan hari terakhir atau hari penilaian kegiatan Santong ACC yang diinisiasi oleh Ikatan Mahasiswa Desa Santong (IMDS). Berangkat dari dusun Mentari timur menuju Dusun Terakhir yakni Dusun Santong Tengah, para juri yang dibonceng menggunakan motor menilai satu demi satu dusun yang dilewati.

Kegiatan ini memiliki pengaruh besar di tahun yang cukup sulit ini. Setelah mengurung diri selama beberapa bulan karena Pandemi Covid-19, para pemuda mulai bangkit dan bekerjasama membersihkan lingkungan. Tak hanya itu, mereka juga menata tepi jalan dengan hiasan cat merah-putih di tembok, umbul-umbul, bendera merah putih, dan beberapa mural pahlawan pada tembok-tembok kosong tepi jalan lingkungan masing-masing. Banyak masyarakat yang sebelumnya tak begitu perduli dengan peringatan hari kemerdekaan, berkat kegiatan ini, mereka mau saling bahu-membahu atau bergotong royong memeriahkan kegiatan ini.

Indonesia tak hanya dikenal dengan beragam suku, ras, budaya, dan destinasi wisatanya yang epik, tapi juga para pemuda yang hebat pada masanya. Hari-hari ini, saat pandemi Covid-19 melanda, rebahan menjadi salah satu alat perang pemuda saat ini melawan Pandemi, katanya.

“Kami, atas nama pemuda merasa sangat sedih, adanya pandemi Covid-19 beberapa bulan terakhir ini menjadi ketakutan tersendiri bagi masyarakat. Apalagi menjelang Hari Kemerdekaan, sepertinya harus ada pergerakan yang positif dari kami selaku pemuda. Itulah alasan kegiatan Santong Acc ini bisa terlaksana. Melalui usaha dari teman-teman pemuda dan mahasiswa, akhirnya kita tiba di hari perayaan kemerdekaan.” Ungkap Habib Sulton selaku Ketua Panitia.

Namun, setelah berhibernasi dari berkegiatan outdoor selama beberapa bulan, ternyata masih banyak pemuda yang masih semangat memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia. Salah satunya, sekelompok pemuda yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan tingkat desa di Desa Santong, Kec. Kyangan, Kab. Lombok Utara.

Organisasi mahasiswa ini berhasil menggelar sebuah perlombaan untuk setiap dusun dengan tema Santong Acc (Active, Creative, Clean up). Keren bukan? Pasti!

Perlombaan ini mengutamakan kebersihan lingkungan, kreatifitas, dan keamanan dalam masa pandemi dengan mengedepankan kelengkapan protokol kesehatan. Perlombaan ini dimulai sejak tanggal 03/08/2020 dan berakhir pada 14/08/2020. Selama lomba, waktu yang diberikan benar-benar dimanfaatkan oleh para Kepala Dusun dan Pemuda dusun dengan penuh antusias. Mulai dari menyiapkan umbul-umbul yang dipasang di pinggir jalan, beberapa ukiran dari bambu, dan hiasan lainnya yang terbuat dari sampah plastik, dan tidak lupa juga mural di beberapa tembok pada dusun tertentu.

“Kami sendiri sangat kaget dan terkesima pada saat melakukan survei ke beberapa dusun dengan para juri, ternyata semua pemuda dari tiap-tiap dusun sangat antusias dan kreatif. Lebih-lebih dalam kebersihan.” Ujar ketua panitia.

Pemandangan pinggir jalan yang dulu terlihat sepi dan sedikit gersang, kini sudah mulai tertata, bersih, dan indah.

“Terakhir, kami selaku pemuda yang ingin adanya perubahan dan pergerakan yang positif sangat berterima kasih atas partisipasi dari semua elemen masyarakat. Semoga dengan adanya kegiatan ini, kita sama-sama selalu mengingat bahwa kita harus hidup dengan rasa saling mencintai sesama, mencintai kebersihan, mencintai kesehatan, juga mencintai perdamaian demi Indonesia yang lebih Maju.”