Bagaimana para sahabat damai merayakan kemerdekaan? Apa momen yang paling seru dan tak terlupakan dalam merayakan kemerdekaan? Dalam perayaan kali ini, jika didefinisikan dengan tiga kata, saya merayakannya dengan; mendukung-terhubung-berkunjung.

Ilustrasi oleh Cholenesia

Ketiga aktivitas tadi sangat mahal di masa pandemi yang mengharuskan kita bertahan di rumah hampir tiga bulan lamanya. Kita harus merelakan aktivitas favorit yang sudah menjadi habit selama bertahun-tahun.

Untuk orang seperti saya yang suka nongkrong, bertemu, dan mengobrol, masa-masa karantina mandiri adalah masa sulit. Lebih sulit lagi ketika kian hari kita disuguhkan berita duka, gugurnya pahlawan kesehatan, sang garda terdepan penghalau pagebluk. Syukur-syukur saya masih waras hingga sekarang, jadi masih bisa merayakan peringatan hari kemerdekaan dengan cara-cara damai. So, bagaimana sih cara damai merayakan kemerdekaan?

Saling Mendukung

Di komplek tempat saya tinggal, warganya yang guyup meluncurkan ide untuk merayakan kemerdekaan di lingkaran kecil dengan cara istimewa dan gembira. Minimal memunculkan kegembiraan para orang tua dan anak-anak yang  berjuang melawan korona dan belajar daring. Dua hal baru yang harus dihadapi dan tentu sama-sama berat untuk dilakukan. Untuk merealisasikan ide-ide tadi, tentu membutuhkan dukungan yang solid dari para tetangga.

Saling mendukung, saling menyemangati, saling merawat asa, dan solidaritas adalah hal penting yang perlu dipastikan kebertumbuhannya ditengah-tengah kita. Jika hal itu memudar dan hilang, bayangkan kondisi psikologis se-chaos apa yang akan kita hadapi.

Amir Levine, seorang psikiater sekaligus penulis “Attached: the new science of adult attachement and how it can help you find and keep love” mengatakan “Koneksi sosial adalah cara paling ampuh bagi kita untuk mengatur tekanan emosi kita”.

Momentum kemerdekaan menjadi turning point, kembali menghidupkan tombol persatuan dan solidaritas dalam diri kita masing-masing. Memberikan support terbaik terhadap teman, saudara, sahabat, dan lingkungan bisa menjadi pilihan simple merayakan kemerdekaan. Karena bermakna tidaknya sebuah perayaan tak bisa diukur dari besar dan kecilnya sebuah perayaan tersebut, tapi dari dampak long lasting dsn positif yang diberikan.

Terus Terhubung dengan Sesama Satu Visi

Beberapa hari sebelum hari kemerdekaan, saya di kontak salah seorang teman lama mengajak gabung dalam humanitarian action, membuat video edukasi body shaming tepat dihari kemerdekaan. Tanpa fikir panjang kali lebar saya langsung mengiyakan dengan penuh antusias. Ajakan ini seperti air dingin di tengah gurun, sungguh menyejukkan dan melepas dahaga. Kembali menjalankan aktivitas sesuai passion dengan  visi yang sama adalah anugerah.

Lingkaran pertemanan adalah salah satu faktor signifikan yang membentuk pribadi seseorang. Terus terhubung secara online maupun offline dengan mereka yang satu visi, lalu membicarakan ide, aktivitas, dan gerakan merupakan menarik untuk dilakukan. Ini merupakan cara yang asyik untuk merayakan kemerdekaan.

Kan seru ya? bisa menelurkan gagasan-gagasan saat terhubung dengan kolega yang satu visi dihari kemerdekaan. Pasti diingat dan berkesan.

Kunjungi, dan Tanyakan Kabar Kawan Komunitas Kita

Untuk pertama kalinya setelah hantaman Corona Virus Desease 19 (COVID 19), tepat dihari kemerdekaan republik Indonesia ke-57 saya memberanikan diri mengunjungi teman jejaring komunitas literasi untuk saling bertegur sapa dan bertukar kabar. Rasa rindu melihat koleksi bacaan baru dan sharing bernas tentang buku-buku seketika menggerakkan saya untuk tancap gas.

Merayakan kemerdekaan bersama teman dan buku-buku, hmmm…what a beautiful way to celebrate the independence day!

So, banyak pilihan cara sederhana, bermakna, dan damai kan dalam merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia kita tercinta. Silahkeun bisa dicoba salah satunya.

Dirgahayu Negeriku! Cinta seutuhnya untukmu.