Hari Perdamaian Internasional atau International Day of Peace, terkadang secara tidak resmi ada juga yang menyebutnya Hari Perdamaian Dunia (World Peace Day), diperingati setiap tahun pada tanggal 21 September. Peringatan ini didedikasikan demi perdamaian dunia, dan secara khusus demi berakhirnya perang dan kekerasan seperti disebabkan oleh suatu gencatan senjata sementara di zona pertempuran untuk akses bantuan kemanusiaan. Hari Perdamaian Internasional pertama kali diperingati tahun 1982, dan dipertahankan oleh banyak negara, kelompok politik, militer, dan masyarakat. Pada tahun 2013, untuk pertama kalinya, hari peringatan ini didedikasikan oleh Sekretaris Je deral PBB untuk pendidikan perdamaian, sebagai sarana pencegahan yang penting untuk mengurangi peperangan yang berkelanjutan. (Wikipedia)

Peringatan hari perdamaian internasional ini disebut juga sebagai hari Harmonynya dunia. Suatu bentuk satu kesatuan yang menyelaraskan setiap bait-bait pikiran manusia menjadi lebih indah, menyatukan sajak-sajak tindakan manusia menjadi lebih bermakna.

Peringaatan Hari Perdamaian Internasional serentak digalakkan di 14 Provinsi oleh Duta Damai Dunia Maya BNPT, salah satunya di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pelaksanaan kampanye damai yang oleh Duta Damai Provinsi NTB diselenggarakan kemarin (20/9) berlangssung deengan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Kegiatan ini berlangsung di daerah Merce, Desa Selat, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh anak-anak dari Komunitas Kampoeng Baca Pelangi, Tokoh Masyarakat dari Dusun Merce, dan banyak komunitas-komunitas lainnya.

Duta Damai mengusung tema Harmony Pandamai pada peringatan hari perdamaian internasional kali ini. Tema ini dipilih karena harmony adalah kesatuan dan keselarasan antara pikiran, perasaan, dan juga tindakan. Selain itu, harmony adalah sebuah pengungkapan pikiran yang tak bisa dengan jelas disampaikan, sebuah perasaan yang tak bisa dengan mudah kita ungkapkan.  Sedangkan untuk kata pandamai ini adalah gabungan dari dua kata yang diambil dari  keadaan dan situasi yang sedang kita alami saat ini yakni pandemi dan damai.

Solehudin selaku Ketua Panitia Kegiatan sangat mengharapkan agar pesan-pesan yang disampaikan melalui Harmony Pandamai ini bisa menjadi semangat baru untuk anak-anak, dan para pemuda untuk terus melakukan hal positif meski dalam situasi pandemi.

Selain itu, Peringatan Hari Perdamain Internasional ini sekaligus menjadi momentum bertemunya kembali para volunteer perdamaian, untuk menyatukan kembali visi menyebarkan perdamaian.