Setiap tanggal 21 September, di seluruh dunia, hari perdamaian diperingati dengan berbagai macam kegiatan mulai dari festival perdamaian, pertunjukan seni dan budaya, dan kegiatan-kegiatan positif lainnya. Akan tetapi, tahun ini berbeda, dunia sedang dilanda wabah penyakit mematikan dan menakutkan yang bahkan setiap hari memakan korban. Pademi Covid-19 menjadikan situasi yang tahun ini teramat pelik, segala aktifitas yang biasanya kita kerjakan mengalami perubahan. Pandemi Covid-19 membuat kita harus mengikuti protokol kesehatan agar terhindar dari penularan virus ini.

Pandemi Covid-19

Menjaga jarak, menggunakan masker, dan hand sanitizer menjadi hal yang  wajib di manapun kita berada. Penularan virus ini bahkan sangat cepat, dan kadang tanpa kita sadari. Oleh karena itu, beberapa bulan terakhir kita lebih banyak beraktifitas di rumah saja, demi menghindari bahaya dari Covid-19.

Penyebarannya yang cepat, belum adanya pengobatan yang pasti, dan kurangnya pengetahuan tentang bahaya virus ini menjadikan situasi ini bertambah pelik. Selain itu, kesadaran masyarakat yang kurang, juga kelalaian kita dalam memaknai informasi yang penting menjadi sumber utama mengapa begitu cepatnya virus ini menyebar. Tahun 2020 ini menjadi lebih rumit akibat pandemi ini.

Refleksi di Hari Perdamaian Internasional

Akan tetapi, ternyata ada yang lebih berbahaya daripada Covid-19  ini. Sejak virus ini menyebar di berbagai belahan dunia, kita sering lupa diri, kita terus menyalahkan orang lain, pihak lain, kelompok lain, tanpa memberi ruang ruang untuk diri sendiri menyadari kesalahan. Kita setiap hari menyalahkan orang lain atas apa yang sering kita alami, jika itu buruk. Kita setiap hari lupa bersyukur atas apa yang kita terima,  jika itu baik. Kita, terlalu sibuk dengan urusan orang lain, hingga timbullah virus baru dalam diri kita yang lebih berbahaya. Hingga saat ini, vaksin untuk itupun belum kita temui jika kita bahkan belum ingin berdamai dengan diri sendiri, belum bisa berhenti membenci, dan belum siap untuk menjadi seorang pemaaf.

Adanya momentum peringatan hari perdamaian ini bisa menjadikan kita semakin bersemangat untuk memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu. Jika kita sudah berani damai dengan diri sendiri, apa yang kita sampaikan kepada orang lain akan semestinya diterima dengan baik, lalu disebarkan kembali kepada orang lain.