Pada tanggal 27 September 2020, terpantau tagar SCTV menjadi trending nomor satu di Indonesia pada bilah pencarian twitter. Menariknya, dibalik trendingnya tagar SCTV tersebut adalah penayangan kembali tentang cerita G30S/PKI.
Tagar tersebut telah ramai dibicarakan oleh para pengguna twitter. Cerita sejarah versi pemerintah Orba yang kemudian difilmkan ini memiliki peminat yang cukup banyak. Meskipun sudah beberapa kali ditayangkan di televisi, namun sebagian masyarakat masih antusias untuk menontonnya kembali.
Umumnya Gerakan 30 September atau lebih dikenal dengan G30S, Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh), atau Gestok (Gerakan Satu Oktober) merujuk pada sebuah peristiwa yang terjadi selewat malam pada tanggal 30 September sampai awal bulan selanjutnya (1 Oktober) tahun 1965 ketika tujuh perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang yang lain dibunuh dalam suatu usaha kudeta (yang hampir sekaligus).

Ilustrasi oleh Ulwan S.Z

Peristiwa atau insiden itu dikenal sebagai tragedi berdarah karena menewaskan enam jenderal. Para korban tersebut adalah Letnan Ahmad Yani, Mayor Raden Soeprapto, Mayor Jenderal M.T. Haryono, Mayor Jenderal Siswondo, Parman, Brigadir Jenderal D.I. Panjaitan, Brigadir Jenderal Sutoyo Siswodiharjo, dan Lettu Pierre Andreas Tendean.

Menurut sumber yang umum kita temui di buku-buku sejarah, G30S bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno dan mengubah Indonesia dari negara berdasarkan Pancasila menjadi negara Komunis. Hal itu kemudian yang melatarbelakangi pemerintah pada masa Orde Baru menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September (G30S) dan 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
Namun banyak orang bertanya, apa bedanya Peringatan Hari Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni dengan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober. Hingga saat ini, banyak masyarakat yang membingungkan mengapa keduanya berbeda.

Lahirnya Pancasila adalah judul pidato yang disampaikan oleh Soekarno dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Bahasa Indonesia: “Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan”) pada tanggal 1 Juni 1945. Dalam pidato inilah konsep dan rumusan awal “Pancasila” pertama kali dikemukakan oleh Soekaro sebagai dasar negara Indonesia. Pidato ini awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan “Lahirnya Pancasila” oleh mantan ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPKI . Sejak tahun 2017, tanggal 1 Juni resmi menjadi hari libur nasional untuk memperingati hari “Lahirnya Pancasila”. Kemudian, peringatan hari Lahirnya Pancasila ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 24 tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila

Sedangkan Hari Kesaktian Pancasila lebih berkaitan dengan peristiwa G30S/PKI yang terjadi pada tanggal 30 September tahun 1965. Sejak peristiwa di tahun 65 itu, dihelat peringatan , mulai dari pemasangan bendera setengah tiang, pembuatan monumen Pancasila, ditetapkannya para korban menjadi pahlawan revolusi, hingga peringatan hari kesaktian Pancasila.
Tahun ini, sepertinya tidak sama dengan tahun kemarin, refleksi peringatan hari kesaktian Pancasila bahkan di beberapa wilayah tidak akan sama. Meski begitu, mari terus belajar dari sejarah, memaknai setiap peristiwa sebagai sebuah pelajaran paling berharga untuk dibagikan kepada generasi selanjutnya. Mari beramai-ramai menjadi masyarakat yang cerdas dalam menerima dan membagi segala informasi dengan bijak. Sebisa mungkin untuk tidak menyebarkan hoax.