Komisi Penyiaran Pusat (KPI), Agung Suprio meminta seluruh masyarakat untuk siap dan secara bertahap mulai membiasakan diri dengan sistem siaran digital. Secara manfaat, teknologi siaran baru ini akan lebih menguntungkan publik ketimbang sistem siaran analog yang masih digunakan hingga saat ini.

“Mulai sekarang, kami berharap masyarakat sudah siap dengan peralihan sistem digital di 2022 nanti. Kami juga meminta masyarakat untuk mulai mengenal sistem siaran baru tersebut serta apa saja manfaat yang dapat mereka peroleh dari teknologi siaran secara digital,” tuturnya.

Dengan sistem siaran digital, masyarakat akan lebih mudah menangkap siaran televisi di mana pun berada. Kualitas gambar dan suara yang diterima juga jernih dan sangat jelas. Sistem siaran ini menyelesaikan persoalan blank spot siaran di tanah air.

“Sistem siaran ini bermanfaat bagi masyarakat terutama yang ada di wilayah terdepan atau perbatasan, tertinggal dan terpencil yang belum tersentuh oleh siaran nasional. Ini berarti dapat mendorong perkembangan dan juga menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara serta menangkal siaran asing yang meluber di wilayah perbatasan,” tambah Agung.

Meutya Viada Havid selalu Ketua Komisi I DPR RI melihat bahwa adanya penyiaran digital dapat membentuk konten – konten yang lebih bervariasi dengan bertambahnya pemain – pemain yang masuk ke industri penyiaran.

“Lebih banyak pemain yang masuk ke industri penyiaran dan dengan demikian lebih beragam tayangan yang akan masuk dan disaksikan sehingga unsur mencerdaskan bangsa dapat terpenuhi” tuturnya.

Sementara itu, pemerintah Provinsi NTB terus mengupayakan agar daerah blank spot dapat segera tercover sinyal komunikasi, baik untuk komunikasi analog seperti jaringan telepon atau komunikasi digital seperti jaringan internet. Tercatat sebanyak 46 desa yang masih harus segera diatasi oleh Pemprov NTB.

Hal ini terus diusahakan oleh Gubernur Provinsi NTB Zulkieflimansyah meminta agar daerah blank spot di NTB segera teratasi dengan baik demi menunjang perpindahan sistem dari penyiaran analog ke digital atau ASO  (Analog Switch Off).

“Mungkin tidak bisa tahun ini semoga bisa dilaksanakan awal atau pertengahan tahun depan dapat terpenuhi” jelas Bang Zul dalam kegiatan Sosialisasi dan Publikasi “Menjaga Indonesia dan Perbatasan Melalui Penyiaran Digital” yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Pusat (KPI) bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) kegiatan ini berlangsung di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (11/10/2020).

Selain itu Bang Zul juga menilai perpindahan penyiaran digital mampu menunjang geliat pariwisata di setiap daerah, terlebih di masa pandemi saat ini diharap mampu memperlebar peluang yang ada.

“Masyarakat sudah menunggu sosialisasi tentang digitalisasi dibidang penyiaran, semoga dengan hadirnya sosialisasi pelaku media dan pelaku bisnis jadi lebih terbuka” Jelasnya.

Dalam kegiatan ini diisi oleh narasumber Rosarita Niken Widya Astuti selaku Sekjen Kemkominfo RI, Anang Latif selaku Direktur Utama BAKTI, Mulyo Hadi Purnomo selaku Wakil Ketua KPI Pusat, Yan Mandenas Komisi I DPR RI dan moderator Yusron Saudi Ketua KPUD NTB. ([email protected])