Pandemi Covid-19 menyebabkan terpuruk nya berbagai sektor, salah satunya perekonomian. Sejumlah negara melaporkan melemahnya ekonomi, bahkan telah terjadinya resesi perekonomian. Ekonom senior Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhammad Edhie Purnawan menjelaskan, resesi ekonomi adalah istilah dalam ilmu makroekonomi yang mengacu pada penurunan yang signifikan dalam kegiatan ekonomi.

Peran milenial sangat dibutuhkan dalam menghadapi resesi. Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB mengajak para milenial untuk menjadi enterpreneur muda agar dapat menghadapi resesi perekonomian Indonesia ditengah pandemi Covid-19.

Seperti yang disampaikan oleh Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah berharap agar generasi milenial dapat membentuk jiwa usaha dalam diri masing – masing. “Anak – anak muda dapat menjadi anak muda yang tangguh dan berjuang untuk dapat menapaki kehidupan lebih baik di masa mendatang dengan menjadi enterpreneur di tengah pandemi” tutur Umi Rohmi sapaannya, dalam Webinar Nasional yang bertajuk “Milenial Bisa Apa?? Dalam menghadapi resesi perekonomian Indonesia, yang berlangsung secara virtual, Selasa (20/10).

Menjadi wirausahawan tentu diperlukannya konsistensi dalam memilih usaha dan juga disiplin dalam menjalankan usaha, serta tidak melupakan protocol Covid – 19. Berbagai langkah yang dilakukan Pemprov NTB dalam menghadapi Covid – 19 seperti memilih hidup aman dan produktif, regulasi sebagai dasar untuk melakukan penanganan, termasuk PERDA agar masyarakat mematuhu 3M dan melakukan penangan 3T (Tracing, Testing, Treatment).

“Kita di NTB memilih hidup aman dan produktif, konsekuensinya adalah kita meletakkan kesehatan dan ekonomi dalam porsi yang sama karena sama pentingnya makan harus dijalankan sebaik baiknya” tuturnya.

Sandiaga S. Uno selaku founder OK OCE menilai pandemi Covid – 19 memberikan dampak di nerbagai macam sektor, salah satunya perekonomian hal ini paling dirasakan oleh UMKM. Gebrakan Gerakan OK OCE sebagai gerakan penciptaan lapangan kerja berbasis kewirausahaan.

“Selama pandemi UMKM mengalami konsumen penurunan drastis, pesanan sepi, dan pembayaran mulai tertahan. Semua pasti akan berlalu dan kita bisa saling bergandengan tangan untuk sama – sama saling bantu” tuturnya.

Salah satu solusi menghadapi permasalahan ekonomi dapat dengan adaptasi pasar. Dengan melakukan pengelolaan pasar dan kelola pasokan keuangan serta jalankan inovasi yang efisien. “Masyarakat dapat beradaptasi dengan wabah di masa pandemi ini, protokol kesehatan yang disiplin harus selalu diterapkan” jelasnya.

Sudah saatnya milenial untuk bergerak dan bersinergi bersama pemerintah guna wujudkan NTB Gemilang dengan perekonomian yang stabil. ([email protected])