Masa depan perdamaian Indonesia akan sangat ditentukan oleh peran generasi muda hari ini. Maka dari itu kesepahaman, solidaritas, dan kebersamaan harus menjadi komitmen  bersama untuk dinternalisasi dalam kehidupan nyata kita dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Sejarah  telah membuktikan bahwa pemuda mampu mengambil peranan sentral dalam perjuangan merebut kemerdekaan, menyumbangan ide-ide segar, serta  gagasan besar di masa awal pembangunan Indonesia. Momen sumpah pemuda yang ke-92 sekiranya menjadi momentum kita untuk mngucapkan rasa terima kasih dan penghormatan kepada mereka yang telah berjuang keras untuk bangsa ini dan memberikan pelajaran penting yang bisa  kita ambil hari ini sebagai penerusnya.

Indonesia memiliki jumlah angkatan muda terbesar di kawasan ASEAN, berjumlah sekitar 62 juta dalam rentang usia 16 sampai 30 tahun. Angka ini jika dipersentasekan sekitar 24 persen dari jumlah penduduk total Indonesia yang jumlahnya 256 juta jiwa. Ini merupakan sebuah peluang besar sekaligus  tantangan besar untuk para pemuda agar mampu memberikan kontribusi nyata dalam mengunci peranan mereka dalam membangun perdamaian masa depan.

Berkaca dari  kerusuhan 171 tentunya kita harus belajar untuk mencegah sejarah kelam tersebut tidak terulang kembali dengan mempelajari, mengamati, dan memantau Lombok-Sumbawa dalam keadaan damai. Mengetahui faktor-faktor apa saja yang bisa menjaga situasi damai tetap terpelihara. Jika potensi kekerasan mulai tercium kita semua bisa segera mengambil tindakan pencegahan dini dan sudah menjadi tugas utama kita menjadi provokator damai masa depan, berkaca dari pengalaman teman-teman di Ambon.

Mengingat rasa keindonesian kita memang sedang diuji di tengah ancaman perpecahan yang selalu muncul baik di dunia nyata maupun virtual. Mulai dari ujaran kebencian, hoax, dan intoleran yang menjadi bibit pemahaman radikal yang mengarah kepada tindakan kekerasan seperti teror.

Merajut perdamaian bukan hal yang sederhana yang dibangun satu atau dua hari. Ini memerlukan proses panjang dan kita sebagai anak-anak muda pegiat perdamaian dituntut pintar menemukan ide dan terobosan-terobosan baru yang  nyaman bagi semua pihak untuk ikut terlibat dan sekiranya penting untuk kita lebih memfokuskan diri untuk menemukan titik-titik kesamaan daripada titik perbedaan, tentunya dengan memahami batas masing-masing.

Happy Youth Oath Day 2020

Damai Itu Indonesia