Momentum Hari Pahlawan sebagai ajang pelecut semangat generasi milenial untuk terus belajar dari jejak para pahlawan terdahulu agar selalu mencintai tanah air, meningkatkan literasi, serta berkolaborasi melakukan aksi dalam menangani berbagai persoalan dan dalam melawan berbagai hoax didunia maya.

TGB sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa generasi muda saat ini harus terus meningkatkan literasi. “Literasi hakekatnya yaitu paham sehingga kita mesti paham apa yang harus kita lakukan agar Indonesia dapat menjadi bangsa yang maju dan dapat menjadi bagian dari komunitas kolektif” tuturnya dalam kegiatan Webinar hari pahlawan “Menjadi Pembelajar Yang Baik Mengikuti Jejak Para Pahlawan”Pahlawan” diselenggarakan oleh Kabinet Gotong Royong BEM Universitas Hamzanwadi yang berlangsung secara virtual, Senin (09/11).

Gubernur Provinsi NTB periode 2008 – 2013 dan 2013 – 2018 ini menceritakan mengenai kisah pahlawan nasional provinsi NTB Mawlānāsysyāikh Tuan Guru Kyai Hajjī Muhammād Zainuddīn Abdul Madjīd saat mengkader para muridnya. “Bagi para pahlawan murid – murid bukanlah bawahan tetapi para sahabat dan rekan seperjuangan” tuturnya.

Salah satu kemampuan generasi milenial adalah kemampuan pada saat berkolaborasi. Hal ini didukung dengan teknologi digital yang semakin berkembang.  Berbeda dengan zaman dahulu berbagai perjuangan fisik dilakukan oleh para pahlawan dalam menyampaikan informasi, namun  generasi milenial serta generasi Z terkini tidak terlalu butuh kerja fisik yang berat, lebih kepada kerja intelektual.

“Generasi milenial dapat menjadi pahlawan masa kini dengan harus memiliki kapasitas intelektual yang kuat dan itu dapat diletakkan dalam garis kolaborasi yang jelas” tegas TGB.

Masa kini, masyarakat Indonesia memiliki banyak musuh – musuh yang dapat merusak kesatuan sebagai bangsa salah satunya yaitu banyaknya berita hoax yang ada didunia maya. “Berita hoax adalah musuh yang memberikan sentiment – sentiment yang membuat kita berjauhan satu sama lain sebagai anak bangsa” tambahnya.

Tutupnya, TGB mengungkapkan bahwa pahlawan masa kini adalah anak – anak muda, generasi milenial yang menggunakan literasi yang dimiliki, kolaborasi yang dibangun, dan kemudian melakukan aksi – aksi yang jelas. “Ketika berbicara aksi maka tidak lepas dari literasi dan kolaborasi” tutupnya. ([email protected])