Kerukunan, Kunci Kemajuan Daerah

Kerukunan menjadi pelajaran bagi setiap daerah. Meski berbeda suku, bahasa, agama dan adat istiada namun, daerah yang mampu menjaga kerukunan dengan baik termasuk sebagai daerah yang maju. Provinsi NTB menjadi salah satu Provinsi yang berhasil  menanamkan nilai kerukunan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Menteri Agama Republik Indonesia Fachrul Razi pada saat kunjungan Silaturrahmi bersama Toga, Toma, Ormas, dan Jajaran Eslon III Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, Rabu (16/12).

“Mampu menjaga kerukunan dengan baik, itu adalah asset yang sangat berharga , Negeri ini tidak akan bisa maju jika kita tidak rukun, NTB sudah selesai dengan masalah kerukunan, tinggal bagaimana mengkampanyekan atau menyebarluaskan makna kerukunan itu” tuturnya pada saat memberi sambutan.

Menag juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap menggunakan protokol Kesehatan  Covid -19 untuk tetap menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak, dan jauhi kerumuhan.

“Pentingnya menjaga kesehatan, karena kita tidak tau kematian datang kapan saja. Sehingga kita sebaiknya tetap menerapkan protokol Kesehatan karena Covid ini benar – benar ada” serunya.

Senada itu, Gubernur NTB Ir. H. Zulkieflimanysah menuturkan bahwa Provinsi NTB mengalami masalah pelik yakni corona virus disease. Selama pandemi, keberadaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB memastikan masyarakat menghadapi covid tanpa melalui kegaduhan.

“Jika dulu kita boleh berjabatan tangan, tetapi sekarang tidak boleh. Hal ini yang membuat jadi tidak terbiasa, tetapi berkat para tokoh masyarakat kita, baik itu dari Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu sehingga masyarakat mengetahui lebih baik” tutur Dokter Zul.

  • Hibah untuk assessment center

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, DR. KH. M. Zaidi Abdad, M. Ag menuturkan bahwa Gubernur NTB telah menghibahkan tanah yang berada di Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

“Kami dihibahkan tanah 1 hektar yang berada di daerah Narmada, tanah ini sudah dibangun semenjak pimpinan yang lama, ini untuk kemaslahatan ummat, semenjak gempa bangunan tersebut dan akan dijadikan pusat assessment center yang ada di Kanwil Kemenag NTB” Tutupnya. ([email protected])

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *