Membangkitkan Semangat Kebangsaan di Tengah Pandemi

Dalam Rangka Diesnatalis Duta Damai Jawa Timur yang ke-4 Pada tanggal 26 Juli 2021, Duta Damai Jatim mengadakan webinar yang mengangkat tema “Membangkitkan Semangat Kebangsaan di Tengah Pandemi”. Acara ini dilakukan via Zoom dan Live di Youtube Duta Damai Jatim. Keynote Speaker pada acara ini adalah Dr. Fadjroel Rachman S.E.,M.H selaku Jubir Presiden Joko Widodo bersama tiga pemateri lainnya yaitu Irjen Pol (P) Ir. Hamli, ME (Pemerhati Terorisme), Dimas Oky Nugroho, Ph.D (Ketua Perkumpulan Kader Bangsa), Muhammad Mukhlisin (Yayasan Cahaya Guru) yang dimoderator Oleh Ajeng Adinda Putri (Duta Damai Dunia Maya 2020). Webinar ini di hadiri oleh 13 Regional Duta Damai yang tersebar di seluruh Provinsi yang ada di Indonesia. Selain itu acara ini juga dapat dihadiri oleh masyarakat umum yang telah mendaftarkan diri melalui google form yang sudah disediakan oleh panitia.

Acara dimulai pukul 15.00 WIB yang dibuka oleh MC Duta Damai Jatim 2020 yaitu Dewi Arianti Sofi. Pembicara Pertama yaitu  Bapak Dr. Fadjroel Rachman S.E.,M.H selaku Keynote Speaker dalam acara ini yang menyampaikan beberapa pemaparan mengenai segala komponne bangsa Indonesia yang bersatu melawan pandemi Covid-19 demi mendorong persatuan dan perdamaian di kehidupan sehari-hari. Sebuah hasil survey menjelaskan bahwa pada dasarnya Bangsa Indonesia memiliki modal menggembirakan dalam menyukseskan sistem penanganan pandemi yaitu PERSATUAN. Modal persatuan perlu terus di wujudkan dalam beberapa tindakan kolektif yaitu Edukasi Prokes dan vaksinasi, melawan Hoaks, Bakti Sosial dan Jaringan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Modal dari persatuan ini jika dapat dijalankan sesuai dengan sistem penanganan pandemi itu sendiri, maka akan terjadi kemenangan atas pandemi tersebut. Kemenangan atas pandemi di tandai antara lain : Kesehatan Rakyat terlindungidari bahaya Covid-19, Perekonomian bangsa tetap bertahan, dan bertumbuh serta Perdamaian dan keamanan sosial. “Menjaga NKRI Pancasila merupakan tanggungjawab kita bersama untuk mendorong persatuan dan kedamaian Bangsa Indonesia” Ucap Dr. Fadjroel Rachman S.E.,M.H. Taklupa pula pesan dari Presiden Joko Widodo yang mengatakan, “Kita bisa melaluinya dengan pengorbanan, Kebersamaan, dan ikhtiar yang sungguh- sungguh. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi bangsa Indonesia dari segala marabahaya dan melimpahkan kita dengan Rahman dan KaruniaNya”.

Pemateri Selanjutnya yaitu Irjen Pol (P) Ir. Hamli, ME selaku Pemerhati Terorisme menjelaskan bahwa ancaman terhadap NKRI terdiri dari 4 macam, yaitu : Korupsi, Narkotika, Terorisme dan Bencana Alam. Dari keempat ancaman tersebut, dalam hal penanganannya sendiri, Terorisme merupakan ancaman dengan penaganan yang paling unik. Hal ini terjadi karena Terorisme dapat merambat keseluruh usia terutama pada anak remaja sehingga semua harus mengambil andil dalam menghadapi masalah ancaman terorisme tersebut tidak hanya dari BNPT, TNI/POLRI dan KL. “Sudah banyak sejarah terorisme yang terjadi di Indonesia dari tahun ketahun mereka hanya ganti baju saja seperti awalnya AL-Qaeda berganti menjadi Jama’ah Islamiyah karena dilarang maka berganti lagi menjadi ISIS” Ungkap Hamli. Pola Rekruitmen dari Isis sendiri adanya pendekatan kekeluargaan, pertemanan, guru dan murid selanjutnya terinspirasi dari napi teroris di lapas, yang ketiga taklim radikal dan perkawinan dan yang terakhir media sosial/propaganda. Tahapan dari terorisme yang pertama adalah intoleransi dimana orientasi negatif atau penolakan seseorang terhadap hak-hak politik dan sosial dari kelompok yang ia tidak setujui. Kedua Radikalisme dimana suatu ideologi (ide/gagasan) dan paham yang digunakan untuk melakukan perubahan pada sistem sosial dan politik dengan cara ekstrim/kekerasan dan yang terakhir terorisme itu sendiri dimana perbuatan yang menggunakan kekerasaan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana Teror. Untuk hasil Survey sendiri, Mayoritas Gen Z dan Milenial merupakan netizen.

Materi selanjutnya dibawakan oleh Muhammad Mukhlisin dari Yayasan Cahaya Guru. Dimana dari materi yang dipaparkan tentang Tantangan keragaman yang terdiri dari enam bagian yaitu : kurang memiliki ruang perjumpaan, berada dalam ranah kesadaran, pemisah/pengutamaan, kurang mendalami materi filosofi pendidikan, Diksi multi interprestasi kebijakan dan masuknya politik ke dalam ruang kelas. Untuk strateginya bisa dari mengenali potensi diri dan lingkungan, Prinsip penyelenggara Pendidikan, Membuka ruang perjumpaan seperti kunjungan rumah ibadah, mengundang komunitas agama, diskusi buku dan lainnya.

Untuk materi terakhir dibawakan oleh Dimas Oky Nugroho, Ph.D selaku Ketua Perkumpulan Kader Bangsa 2021. Isi dari materi terakhir ini menjelaskan tentang Perkumpulan Kader Bangsa yang ada di Indonesia. Perkumpulan kader ini memiliki 4 program dimana dari masing-masing program tersebut tujuan utamanya adalah menangani isi kepemudaan khususnya pada aspek kapasitas dan wawasan, integritas dan karakter, partisipasi dan regenerasi serta kewirausahaan sosial dan ketenagakerjaan. Pertama terdapat Kader bangsa Fellowship Program atau KBFP. KBFP adalah pelatihan singkat kepemimpinan dan kebangsaan untuk anak-anak muda hebat dari Aceh sampai Papua, yang kedua Indonesian Young Leaders Exchange Program atau IYLEP. IYLEP merupakan program pelatihan dan pertukaran pemimpin muda Indonesia ke sejumlah negara sahabat degan tujuan untuk menumbuhkankapasitas dan integritas pemimpin muda serta memperkuat visi kebangsaan dan penajaman visi globalisasi. Ketiga Program Kolaborasi Positif merupakan gerakan sosial dan gotong-royong komunitas muda kreatif untuk Indonesia yang lebih keren dengan tujuan menjadi pergerakan yang menjembatani pemuda kreatif di seluruh Indonesia untuk saling berbagi dan mendapatkan inspirasi positif dengan cara kolaborasi. Dan yang terakhir adalah Anak Muda Punya Usaha atau AMPUH. AMPUH merupakan wadah bagi anak-anak muda kreatif dan inovatif yang tertarik dalam dunia wirausaha digital. Tujuannya berkomitmen memberdayakan ide dan gagasan anak muda melalui karya untuk membangun kemajuan Indonesia. Di akhir pemaparan materi Dimas Oky Nugroho mengatakan “ Kita harus bisa survive, apapun kondisinya negara kita, kita harus tetap memiliki kapasitas, integritas dan loyalitas yang tinggi terhadap Negara Indonesia”, Ucapnya.

Diakhir Acara, MC menutup kegiatan webinar “Membangkitkan Semangat Kebangsaan di Tengah Pandemi” dengan melakukan sesi foto bersama yang diikuti oleh seluruh peserta ,panitia dan pemateri yang hadir dalam kegiatan tersebut. Tak lupa MC mengundang untuk seluruh peserta agar berkesempatan hadir pada rangkaian acara Diesnatalis Duta Damai JATIM selanjutnya pada tanggal 27 Juli 2021 dengan tema bahasan “Kongkow Pedamaian : 4th Duta Damai JATIM Menebar Perdamaian dan Menuai Persaudaraan” masih menggunakan platform Zoom dan Youtube. (CIP)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *