Pekan Literasi Digital di Mandalika Kabupaten Lombok Tengah

Lombok Tengah(12/10) – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) menggelar Pekan Literasi Digital di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Acara diselenggarakan secara daring dan luring pada Selasa(12/10). Peserta yang mengikuti kegiatan melalui daring dapat mengakses kegiatan via zoom ataupun youtube channel siberkreasi. Sedangkan peserta yang telah mendaftarkan diri untuk hadir secara luring, telah disediakan sebanyak 65 kuota peserta yang dilaksanakan pada Aula Novotel Lombok Resort & Villas di Kuta Mandalika. Peserta yang hadir seluruhnya harus mengikuti prokes ketat seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan melakukan swab sebelum masuk ke aula acara.
Kegiatan ini digelar untuk memaksimalkan potensi dikalangan milenial serta UMKM melalui pelatihan dan pendidikan digital oleh ahli dan tokoh masyarakat. Pemerintah memfokuskan program edukasi kepada kaum milenial, mulai dari memerangi hoaks hingga meningkatkan keterampilan pemasaran digital untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat menjawab kebutuhan pasar dengan tepat.
Acara ini dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama dibungkus dengan tema “Ngobrolin Literasi Digital”. Kegiatan bincang-bincang santai bersama 3 narasumber yaitu Donny BU (Tenaga Ahli Menkominfo), Iwan Setyawan (CEO Provetic) dan Nurliya NR. (Jawara Internet Sehat NTB) yang membahas mengenai literasi digital dan hoaks. Diskusi tersebut berfokus pada edukasi untuk bijak mengidentifikasi hoaks berdasarkan jenis, motif, dan dampaknya, serta bagaimana menghentikan penyebaran hoaks di masyarakat.
Dony menegaskan, “Hal terpenting dalam memerangi hoaks sama seperti 4 pilar siberkreasi yaitu etika digital, budaya digital, keterampilan digital dan keamanan digital” ungkapnya. Empat hal ini memang merupakan satu kesatuan yang saling berkesinambungan sehingga jika keempatnya dijalankan maka dapat digunakan untuk memerangi hoaks. Masyarakat harus bijak dalam penggunaan teknologi digital agar tidak mudah termakan hoaks yang beredar luas terutama di dunia maya.
Untuk generasi milenial sendiri saat ini sudah banyak yang lebih mengerti mengenai saring sebelum sharing. Sehingga generasi milenial ini justru dapat membantu generasi kolonial (generasi tua) untuk melakukan saring informasi terlebih dahulu baru melakukan sharing jika berita tersebut merupakan informasi yang valid. Hal ini bisa dilakukan oleh generasi milenial mulai dari keluarga terdekat mereka, seperti orangtua di rumah masing-masing atau kerabat terdekat mereka.
Pada Sesi kedua, tema yang diangkat adalah “Gali Ilmu : Hujan Cuan di Era Digital”. Workshop ini mengupas tentang dasar-dasar berjualan online bagi pelaku UMKM agar dapat menghasilkan cuan dengan memanfaatkan teknologi digital yang sudah tidak awam lagi bagi masyarakat. Sesi ini menghadirkan 3 Narasumber yaitu H. Ricky Hartono Putra, SE (CEO NTB Mall), Raden Bagus Faisal Irani Sidharta (Regional Operator Gojek), Rahmat Hidayat (Regional Operator Gojek).
Dari hasil survey sosmed di Lombok oleh gojek ternyata 59% warga Lombok menggunakan aplikasi Instagram, 40% menggunakan aplikasi facebook. Dari hasil survey ini kita dapat menentukan lokasi pasar kita atau dimana kita akan melakukan promosi UMKM yang lebih efektif untuk penjualan secara online. “Bapak dan Ibu pelaku UMKM yang punya usaha bisa menggunakan Instagram dan facebook sebagai alat untuk memasarkan produknya” Ucap Raden Bagus Faisal Irani Sidharta (Regional Operator Gojek).
Strategi untuk meningkatkan Revenue dan Brand awareness dengan menggunakan media sosial dapat dilakukan dengan cara melakukan endorsement, Instagram ads/ Facebook ads, Paid Promote, Invitation Influencer dan Sponsor Giveaway.
“Untuk berjualan online kita perlu melakukan beberapa hal penting untuk usaha kita yaitu melakukan riset produk, melakukan riset persaingan, membangun database konsumen” ucap Ricky. “lalu cara kita mempertahankan dan meningkatkan jualan online kita dengan memperkuat hubungan dengan pelanggan, konten penjualan yang aktif, dan bangun kolaborasi” lanjut Ricky.
Setelah pemaparan sesi kedua, diskusi dilanjutkan dengan beberapa quiz dari NTB Mall dan ditutup dengan sesi tanya jawab dari peserta yang mengikuti acara secara daring dan luring. Acara diakhiri dengan peserta keluar satu persatu dari dalam aula secara tertib dengan tetap mematuhi prokes.(CIP)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *