Demi Menangkal Penyebaran Narasi Radikal Intoleran Melalui Pelestarian Nilai Adat Tradisional, MAKN Lawatan dengan BNPT

Jakarta – Terorisme dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa dan kejahatan terhadap kemanusiaan, diperlukan langkah komprehensif serta kerja sama dengan berbagai pihak untuk membendung narasi radikal berbasis kekerasan tersebut.

Untuk itu Badan Nasional Penanggulangan terorisme menggagas konsep pentahelix atau kerja sama multipihak dalam penanggulangan terorisme, BNPT merangkul berbagai pihak antara lain pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, media hingga akademisi sebagai implementasi konsep pentahelix.

Kepala BNPT Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.,H. beserta jajaran terima lawatan pengurus Majelis Adat Kerajaan Nusantara di kantor BNPT Gambir Jakarta Pusat yang digelar pada hari Jumat (26/08).

Pengurus MAKN hadir dipimpin oleh ketua umumnya Kanjeng Pangeran Haryo Eddy Wirabhumi.

Pertemuan ini digagas guna menangkal penyebaran narasi radikal intoleran melalui pelestarian nilai adat tradisional.

Dalam sambutannya, Kepala BNPT sampaikan pentingnya kearifan lokal dalam membendung penyebaran narasi terorisme di Indonesia.

“BNPT merasa perlu agar ke Indonesia jati diri sebagai bangsa yang besar, yang dilahirkan dari berbagai nilai-nilai adat kerajaan nusantara itu tidak mudah pudar begitu saja oleh karena penetrasi nilai-nilai yang enak aja masuk lewat sosial media, kita harus terus meneguhkan, mempertahankan nilai-nilai itu karena hari ini harus kita akui terjadi pertarungan ideologi di antara seluruh ideologi yang ada di dunia ini.

Ketua umum MAKN Kanjeng Pangeran Haryo Eddy Wirabhumi harapkan kerja sama kedua belah pihak segera dilegalkan melalui nota kesepahaman.

“Kami mohon ada komunikasi yang intens dengan staff bapak agar bisa menyiapkan MUI sehingga apa yang dialami dan kita perjuangkan bersama-sama ini akan menuju ke arah yang nyata di dalam rangka untuk menemui jutaan mimpi besar menuju dunia yang damai, menuju Indonesia yang maju tetapi tetap berkarakter dan berkepribadian Indonesia” Ucap Haryo Eddy.

Majelis Adat Kerajaan Nusantara merupakan lembaga persatuan dari 56 kerajaan Nusantara yang didirikan pada tahun 2019 oleh 36 deklarator kerajaan.

MAKN bertujuan untuk Menjaga, Melestarikan, Mengembangkan dan Melindungi adat istiadat tradisi, seni dan budaya warisan leluhur kerajaan. (CIP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back To Top