BNPT Bangun Soft Approach Untuk Pembinaan Kewirausahaan Mitra Deradikalisasi

Medan – Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme tidak hanya lalukan hard approach dengan berkoordinasi bersama aparat penegak hukum tetapi juga dengan pendekatan lunak atau soft approach.

Untuk itu sebagai pendekatan lunak, BNPT menggagas berbagai program deradikalisasi bagi para eks napiter atau mitra deradikalisasi di Medan pada (29/8).

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pendampingan dan pembinaan kewirausahaan bagi mitra deradikalisasi di Medan, Sumatera Utara.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BNPT Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., bersama direktur deradikalisasi Irfan Idris, Direktur Kerja Sama Bilateral Brigjen Pol. Kris Erlangga, Ketua FKPT Isyak Ibrahim, dan Staff Khusus bidang kerja sama ulama Habib Abu Bakar Alatas.

Kegiatan ini di buat bertujuan untuk mendukung kemandirian ekonomi serta membantu proses reintegrasi mitra deradikalisasi.

Pada kesempatan ini, Boy Rafli Amar berharap agar pelatihan ini dapat meningkatkan minat wirausaha serta menstimulus pertumbuhan industri rumahan.

Boy Rafli Amar juga sampaikan bahwa kemampuan Kewirausahaan ini nantinya dapat di padukan dengan program BNPT yaitu Warung NKRI.

“Kepada rekan-rekan yang baru, yang mungkin dengan adanya pelatihan kewirausahaan ini semoga minat untuk berwirausaha tumbuh, karena hal memang perekonomian yang berbasiskan kepada masyarakat itu sangat diharapkan. ” ucap Boy Rafli.

“Industri sangat didorong untuk bisa tumbuh di kalangan masyarakat, mohon di samping kemampuan kewirausahaan tetapi juga peluang bisnisnya” lanjut Boy Rafli.

Kedepannya kegiatan pendampingan dan pembinaan kewirausahaan usaha ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para penerima manfaat dan kembali menjadi masyarakat yang cinta tanah air serta turun mencegah penyebaran narasi radikalisme dan terorisme di Indonesia. (CIP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back To Top