Roadshow motivasi man jadda wajada: 8 kunci sukses santri dan santriwati

Mataram – Seminar motivasi dan mentoring menulis buku di Pondok Naga Darul Hikmah oleh Penulis Best Seller Buku Man Jadda Wajada, Ustaz Akbar Zainudin, sukses dilangsungkan. Antusiasme terlihat dengan hadirnya sekitar 150 peserta. Diantaranya seluruh santri dan santriwati, dewan guru serta siswa dan siswi kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Tanak Beak (05/11).

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah memantapkan niat belajar di pondok pesantren, memahami kemampuan diri sendiri, bermimpi agar tahu kemana akan melangkah dan punya komitmen memperbaiki diri agar selalu belajar dan lebih baik lagi.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Pimpinan Pondok Naga Darul Hikmah, TGH Khalilurrahman, M.Ag yang dibuka dengan pembacaan shalawat nahdhatain dan pengenalan tokoh serta beberapa target ke depannya.

“InsyaAllah kami akan mengundang antum kembali ketika kami berhasil mencetak minimal 2 buku di akhir tahun ini,” ucap beliau.

Selain itu, di sela-sela pembukaan Bapak Pimpinan juga menyampaikan beberapa kata motivasi berkaitan dengan peranan dari seorang penulis.

“Kita mesti bersyukur adanya penulis. Karena beliau-beliau adalah orang-orang hebat, orang-orang berjasa dan terpanggil,” tambahnya.

Setelah dibukanya kegiatan, terlebih dahulu seluruh peserta melakukan foto bersama dengan bergantian, melaksanakan mini kuis berhadiah buku dan masuk ke acara inti pembahasan 8 kunci kesuksesan santri dan santriwati.

Di sela-sela pemaparan materi, Ustaz Akbar meminta peserta untuk maju membacakan cita-cita dan harapan mereka satu persatu yang diwakili lima orang laki-laki dan lima orang perempuan, juga menayangkan beberapa video motivasi yang menjadikan suasanya semakin pecah. Ditambah dengan mini ISQ yang menjadikan seluruh peserta menangis haru.

Tidak hanya itu, di akhir kegiatan sesi pertama beliau kemudian memutarkan video rekapan kegiatan di sesi pertama yang cukup menghibur seluruh peserta dan melanjutkan kembali kegiatan sesi kedua atau mentoring menulis setelah diberi kesempatan istirahat selama 20 menit.

Antusias peserta makin terlihat disini. Terlebih dengan adanya target dan beberapa langkah untuk mulai menulis serta tugas membuat cerita yang diberikan pemateri. (Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top