Opini

Memilih antara divaksin atau tidak divaksin, bagaimana sebaiknya ?

Sebelum berbicara perihal kontroversi penolakan vaksin, mari sejenak merefleksi apa yang sebenarnya sedang kita hadapi saat ini. Setelah hampir satu tahun lebih lamanya, sejak kasus pertama corona memasuki Indonesia awal maret lalu, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menekan perkembangan kasus. Kendati hal tersebut belum terlihat titik terangnya. Terhitung ada berbagai kebijakan yang diturunkan sebagai upaya membatasi penyebaran, mulai dari pembatasan bersekala daerah hingga lockdown besar-besaran. Saat ini, memasuki era yang disebut sebagai ‘New Normal’ atau di NTB lebih dikenal dengan ‘Nurut Tatanan Baru’, masyarakat diminta untuk selalu memenuhi protokol Kesehatan. Sebab, berdasarkan statemen pakar kedaruratan kesehatan WHO, Mike Ryan, dalam pertemuan daring dan dikutip...

Read More
Opini

Kasus Teror Sigi, Mereka Mencontoh Siapa ? Part 2

Sepeninggal pertemuan dengan kakek tua itu, Amr bin Ash memutuskan melalui surat untuk tetap mendirikan masjid dan menggusur gubuk reyot kakek yahudi tersebut. Yahudi tua itu pun bertekad hendak mengadukan perbuatan gubernur tersebut kepada atasannya di Madinah, yaitu Khalifah Umar bin Khattab. Untuk itu dia pun berangkat mengarungi panjangnya jalan di gurun pasir yang panas menyengat, menuju ke Madinah demi menuntut haknya kepada atasan Amru bin Ash ke pada Khalifah Umar bin Khatab. Sesampai Madinah, konon Yahudi tua yang belum pernah melihat sosok sang khalifah itu pun menemui seorang pria yang tengah duduk di bawah pohon kurma. “Wahai tuan, tahukah Anda di mana khalifah?” kata si Yahudi. Orang itu menjawab, “Ada apa kamu mencarinya?” “Aku ingin mengadukan sesuatu.” “Di m...

Read More
Opini

Kasus Teror Sigi, Mereka Mencontoh Siapa? Part 1

Umat manusia kembali berduka. Belum lama kasus teror Perancis berlalu, kini giliran warga Indonesia yang menjadi korban dari aksi teror kelompok yang berasal dari tanahnya sendiri. Jumat 27 November tepatnya, terjadi kasus pembantaian oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) terhadap satu keluarga di Sigi Sulawesi Tengah. Aksi yang dilakukan teroris pimpinan Ali Kalora ini menewaskan empat orang. Pembantaian terjadi di Desa Lemba Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Para korban dibantai dengan cara yang sangat tidak manusiawi, para korban dipenggal dan satu korban bahkan dibakar. Kelompok ini bahkan dengan tidak tahu malunya menjarah 40 kg beras dan membakar 6 rumah. Keempat korban belakangan diketahui merupakan anggota jemaat Pos Pelayanan Gereja Bala Keselamat...

Read More
Opini

ISLAM: Refleksi Damai dan Kemanusian

Kita percaya bahwa damai merupakan impian bagi semua agama di dunia ini, dan tidak ada satupun agama yang mengajarkan kekerasan (violence) apalagi mengajarkan terror yang menyebabkan banyak korban meninggal. Namun, dalam praktiknya kita tidak bisa mengingkari bahwa banyak tragedi disebabkan karena sikap fanatik dan kesalahpahaman dalam memahami ajaran agama, termasuk di agama Islam. Ilustrasi oleh Ade Sukma Al-Qur’an menjadi rujukan paling otoritatif bagi seorang Muslim, baik secara pribadi maupun komunal. Sangat kontradiktif ketika kitab suci yang sangat menjunjung tinggi nila-nilai perdamaian ini, dengan sikpa oknum penganutnya yang menjadi biang keladi berbagai terror. Sebagai seorang yang berilmu, kita wajib memahami dan mempelajarai secara utuh semangat pesan-pesan damai di dal...

Read More
Opini

Millenials Melek Damai!

Pernahkah kalian berpikir menjadi generasi muda hari ini terasa jauh lebih berat dari generasi sebelumnya. Mengapa berat? Tentu jawabannya adalah melanjutkan cita-cita dan perjuangan mereka (generasi muda sebelumnya). Hal ini bukan sesuatu yang bisa dikatakan mudah. Nilai-nilai kebangsaan dan keharmonisan di tengah keberagaman merupakan sesuatu yang wajib dipertahankan dengan sekelumit hambatan dan tantangan besar. Ilustrasi oleh Ade Sukma Dulu masalah utama yang dihadapi pemuda-pemudi Indonesia adalah tidak adanya persatuan dalam melawan penjajah, sehingga lahirlah Sumpah Pemuda (1928) sebagai momentum perjuangan bangsa kita. Para Jong dari berbagai daerah berkumpul bersatu berikrar satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Hari ini, yang terjadi setelah semuanya bersatu ada ...

Read More
Opini

NTB Siap Mewujudkan Pilkada Damai Tanpa Hoax dan Isu SARA

Tinggal menghitung hari Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi,tepatnya pada rabu 9 desember 2020. Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak akan diselenggarakan di seluruh tanah air. Agenda Pilkada telah berlansung dimulai dari tahap pendaftaran hingga saat ini memasuki tahap kampanye. Pencoblosan akan dilaksanakan secara serentak untuk 270 pemilihan kepala daerah di Indonesia dengan rincian 9 provinsi , 224 Kabupaten dan 37 Kota. Adapun untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat terdapat tujuh kabupaten kota yang akan melaksanakan pemilihan yaitu : kabupaten Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa barat, Bma, Dmpu dan Kota Mataram. ilusttasi oleh Ade Sukma Dalam pemilihan kepala daerah tentunya masyarakat harus mengetahui track record dari calon kepala daerah yang akan dipili...

Read More
Opini

Hari Toleransi Internasional, Ini 5 Cara Melawan Intoleransi

Hari Toleransi Internasional diperingati masyarakat seluruh dunia setiap tahun pada tanggal 16 November. Tepat hari ini, Sabtu (16/11). Hari Toleransi Internasional pertama kali dideklarasikan oleh (United Nation Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang prinsip-prinsip toleransi. Selain itu, peringatan ini juga untuk menghormati budaya, tradisi-tradisi, kepercayaan-kepercayaan dan memahami beragam risiko yang disebabkan oleh intoleransi. Lalu, bagaimana caranya melawan intoleransi? Melansir dari laman Tolerance Day United Nations, ada lima hal yang harus diperhatikan dalam melawan intoleransi sebagai berikut: Pertama, melawan intoleransi membutuhkan hukum. Setiap pemerintahan bertanggung jawab untuk mene...

Read More
Opini

Pahlawan Zaman Now Dalam Mewujudkan Perdamaian

 10 November diperingati sebagai hari pahlawan nasional, hari itu menjadi titik balik untuk mengenang perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan dan menanamkan bibit-bibit perdamaian di negeri ini. 10 November juga tentunya sangat memorable bagi bangsa Indonesia, tanggal ini menjadi pengingat bagaimana perjuangan para pahlawan yang berkorban jiwa dan raga dalam mempertahankan kemerdekaan. Kala itu, arek-arek Surabaya dan segenap rakyat tidak gentar dengan ancaman para penjajah dan enggan memenuhi tuntutan inggris untuk  melakukan ultimatum. Hal itu menyebabkan pertempuran tak terelakkan lagi, tentara inggris mulai melancarkan serangan dengan sasaran utama pusat pemerintahan. Pemuda Surabaya tidak segera menyerah dan terus bertahan demi tanah air tercinta. Per...

Read More
Opini

Duka Teror dan Polemik Prancis

Masih segar diingatan kita beberapa isu yang menerpa Prancis akhir-akhir ini. Salah satunya teror yang terjadi pada Oktober lalu. Serangan terror tersebut menyebabkan tiga orang tewas secara tragis, “nyaris terpenggal” dan “terbelah”. Ketiga korban tersebut diserang di dalam basilica dan satu korban lagi mencoba melarikan diri setelah ditikam berkali-kali. Membayangkannya saja sudah membuat ngeri, apalagi kita dihadapkan langsung pada kejadian serupa. Kejadian tersebut tak lama berselang setelah tragedy pembunuhan Samuel Paty, seorang guru sekolah yang dibunuh setelah memperlihatkan kartun Nabi Muhammad milik majalah satir “Charlie Hebdo” pada murid-muridnya. Pembunuh Samuel Paty, Abdullakh Anzorov membunuh dengan memenggal kepal dan mengunggahnya ke laman Twitter sebelum akhirnya tewa...

Read More
Opini

Toleransi dan Keadilan yang Sejati Khas Gus Dur

Amel dan Royyan “Perdamaian tanpa keadilan  adalah ilusi”. Demikian salah satu quote Gus Dur yang nampaknya sederhana namun sejatinya amat dalam. Mata kita seringkali melihat perdamaian hanya dalam kerangka yang sempit, sekedar ketiadaan perang dan konflik bersenjata, perdamaian hanya dipahami secara “ẓāhir” amat jarang dalam bentuk “batin”. Di titik inilah kebijaksanaan Gus Dur nampak jelas dengan kepekaannya terhadap makna sejati perdamaian. Mata Gus Dur melihat perdamaian secara utuh, tidak hanya dalam bentuk fisik saja. Boleh jadi suatu masyarakat dalam lingkungan tertentu terlihat kondusif dan damai, namun dari segi batin terdapat titik-titik api yang merupakan dari “ketidakadilan”. Hal itu begitu rawan dieksploitasi oleh oknum-oknum yang tidak beradab demi kepentingannya....

Read More