Hari terakhir pelaksanaan Rakornas Duta Damai di Jakarta, semua peserta mendapat kesempatan untuk mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang terletak di kawasan Jakarta Timur. Rombongan berangkat menggunakan bus sekitar pukul 09.00 Wib (29/12/22).

Sebelumnya, Kolonel Pas. Sujatmiko menjelaskan alasan TMII sebagai tempat kunjungan pada hari terakhir setelah mempertimbangkan cuaca yang tidak menentu. Apalagi BMKG juga sudah memberikan peringatan terkait dengan cuaca menjelang pergantian tahun. Di satu sisi, TMII menyediakan wisata sejarah dan budaya yang kiranya penting untuk anggota Duta Damai.

Kunjungan ke TMII bisa menjadi gambaran keberagaman budaya Indonesia. Semua ciri khas dari masing-masing daerah di tampilkan. Mulai ciri arsitektur bangunan hingga perabotan sehari-hari. Simbol dari beragamnya Agama yang dianut oleh warga Indonesia juga ditampilkan dengan bangunan rumah ibadah dari masing-masing Agama.

Kunjungan ke TMII menjadi tidak hanya sekedar kunjungan wisata, namun melihat Indonesia lebih dekat. Ini adalah hal penting untuk anggota Duta Damai yang belum mendapat kesempatan langsung ke setiap daerah di Indonesia.

Usai berjelajah di TMII, rombongan Duta Damai kembali ke hotel untuk persiapan acara terakhir, yaitu penutupan Rakornas. Penutupan Rakornas 2022 ini sekaligus menjadi perpisahan anggota Duta Damai dengan Kolonel Pol. Sujatmiko yang akan pindah bidang penugasan.

Saat menutup acara Rakornas, Kolonel Pas. Sujatmiko menyampaikan bahwa dirinya hanya di pindah bidang saja. Namun dirinya tetap bertugas di bawah naungan BNPT. Ia juga menyebut bahwa jabatan sebagai Kasubdit Kontra Propaganda sudah terhitung lama dibandingkan dengan yang lainnya.

Ia pun berharap hubungan dengan Duta Damai seluruh Indonesia tetap terjalin dengan baik dan tetap melakukan kerjasama. Mengingat tugas menjaga ketentraman Republik Indonesia tetap menjadi tujuan walaupun sudah tidak lagi menjabat Kasubdit Kontra Propaganda.

Acara penutupan kemudian berlanjut dengan pisah kenang Kolonel Pas. Sujatmiko yang sudah dianggap bapak oleh seluruh anggota Duta Damai. Mulai dari penayangan video pendek berisikan kesan, pesan dan harapan untuk Kolonel Pass. Sujatmiko.

Tak lupa pula pemberian kenang-kenangan dari masing-masing regional sebagai bentuk perpisahan. Tiap regional terlihat antusias memberikan kenang-kenangan yang menonjolkan ciri khas daerah masing-masing.

Duta Damai NTB sendiri memberikan dua bentuk hadiah perpisahan kepada Kolonel Sujatmiko. Pertama ialah Sapok, ciri khas ikat kepala laki-laki suku Sasak yang melambangkan kejantanan. Kedua ialah Kain Songket, ciri khas hasil tenun suku Sasak.

Diakhir, seluruh peserta bernyanyi bersama dengan Kolonel Pas. Sujatmiko. Itu sekaligus jadi penanda berakhirnya Rakornas Duta Damai Dunia Maya tahun 2022.

Damai itu Indonesia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *