free page hit counter

Seiring Perkembangan Teknologi yang makin hari kian pesat di kalangan generasi milenial, perempuan generasi milenial semakin memiliki ruang untuk mendapatkan jabatan posisi strategis di pucuk kepemimpinan. Seperti halnya dengan Cita-cita yang dimiliki oleh raden ajeng kartini yaitu membuat posisi perempuan setara dengan laki-laki sudah semakin baik dan berkembang pesat dibandingkan dengan dahulu kala.


Dimana terdapat beberapa pokok pemikiran dari Raden Ajeng Kartini yang didiharapkan dapat dimiliki oleh setiap perempuan khususnya di Indonesia yaitu :


Memerangi kebodohan
Artinya perempuan harus memiliki akses pendiidkan, harus berpendidikan dan memiliki keterampilan untuk menjadi perempuan yang cerdas memiliki wawasan luas agar dapat membangun negeri menjadi lebih baik lagi terutama untuk melindungi dirinya sendiri dari kebodohan akibat dari tidak mengenyam pendidikan. Miskin akan ilmu karena tingkat pendidikan pada anak perempuan dulunya sangat rendah, hal ini karena dari rendahnya kesempatan bagi anak perempuan untuk mendapatkan akses pendidikan, sering kali itu dipicu oleh besarnya tanggung jawab tugas bagi anak perempuan untuk mengerjakan pekerja di rumah.

Memerangi Kemiskinan
Untuk dapat memerangi kemiskinan, perempuan harus dapat berkontribusi secara sosial dan ekonomi untuk memerangi kemiskinan itu sendiri. Perempuan harus memiliki jiwa sosial yang tinggi, memiliki keterampilan untuk mengembangkan minimal usaha sendiri. Hal ini bisa dimulai dengan produk-produk lokal yang ada di daerahnya serta mengembangkan jiwa kewirausahaan, memanfaatkan produk yang ada di daerahnya untuk membangun ekonomi yang lebih baik atau, membantu memanjukan pariwisata yang ada di daerah masing-masing agar kaum perempuan jauh dari kata kemiskinan. Namun, sejatinya kemiskinan bukan hanya diukur dari segi materi saja akan tetapi seorang yang tidak memiliki ilmu atau wawasan yang luas juga dapat disebut dengan miskin ilmu dan wawasan. Untuk itu perempuan harus memiliki ilmu untuk dapat terhidar dari kebodohan dan kemiskinan tersebut. Selain itu, untuk perempuan yang sudah berkeluarga, ia harus memastikan bahwa ia mampu membangun tonggak ekonomi keluarga. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan sarana digital karena saat ini semua sudah modern banyak inovasi-inovasi yang bisa dikembangkan dari sarana digital tersebut. Sehingga perempuan sukses menghasilkan pendapatan namun tetap memelihara hubungan dalam keluarga.

Memerangi Ketidakadilan pada perempuan
Dahulu kala di masa RA Kartini, era di mana perjodohan paksa masih sangat kental, Poligami, Pingitan dan Kawin di bawah umur atau sering di sebut kawin anak. Hal ini memberi dampak buruk bagi perempuan, masa-masa mereka seharusnya bisa menuntut ilmu tetapi tidak di izinkan keluar rumah, dipingit dan jika sudah dicarikan jodoh oleh orangtuanya maka ia akan dinikahkan entah itu disetujui atau tidak oleh pihak perempuan. Di masa kini, generasi milenial memiliki kekuatan untuk memili dengan jernih. Akses terhadap pendidikan serta berubahnya midset masyarakat membuat kasus seperti di atas sudah berkurang. Hanya saja untuk di daerah-daerah pelosok atau terpencil masih saja ada orangtua yang melakukan hal serupa kepada anak perempuannya. Untuk itu saat ini banyak sekali aktivis yang bergerak untuk mendukung hak-hak dari anak perempuan agar mengurangi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan tersebut.


“Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata Aku tiada dapat! melenyapkan rasa berani. Kalimat ‘Aku mau!’ membuat kita mudah mendaki puncak gunung.” Salah Satu Kutipan dari Raden Ajeng Kartini.
Untuk itu kita harus mengikuti jejak dari RA Kartini dengan semangatnya yang tinggi Kartini, bisa menjadi sosok pejuang perempuan yang sangat besar jasanya. Dia menjadi salah satu referensi pahlawan perempuan di Indonesia bahkan di dunia. Mampu memberikan spirit berjuang bagi para pejuang kesetaraan gender di negeri ini. Sampai saat inipun semangat juang RA Kartini masih sangat terasa dan melekat di hati kita semua. Dengan jasanya sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi, tanggal 21 April menjadi perayaan bersejarah untuk memperingati jasa –jasa seorang pahlawan perempuan (Raden Ajeng Kartini) yang bertekad menuntaskan kaumnya dari kebodohan dan kemiskinan di Indonesia. (CIP)

Ilustrasi : Apid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *